ekonomi

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Tantangan Global

Selasa, 5 Maret 2024 | 10:31 WIB
Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Februari 2024. (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Stabilitas sektor jasa keuangan nasional dinilai tetap terjaga oleh Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Februari 2024.

Ini didukung oleh permodalan yang kuat dengan likuiditas stabil, serta profil risiko yang positif. OJK juga mencatat bahwa kinerja perekonomian global secara umum membaik, meskipun masih perlu memperhatikan perkembangan geopolitik global ke depan.

Di Amerika Serikat, capaian inflasi yang cenderung stabil di tengah pertumbuhan ekonomi yang solid, mendorong meningkatnya perkiraan tanpa kemungkinan krisis finansial (no landing) seperti yang diperkirakan sebelum pandemi.

Baca Juga: OJK Tinjau Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dan Pasar Modal Indonesia

Dalam konteks ini, pasar sedang menyesuaikan ekspektasi terhadap kemungkinan mundurnya pemangkasan Fed Fund Rate (FFR) dengan besaran yang lebih kecil.

Sementara itu, di Eropa, ekonomi Jerman dan Inggris mengalami kontraksi dan mulai memasuki resesi. Inflasi juga cenderung turun mendekati target bank sentral, membuka peluang untuk penurunan suku bunga yang lebih cepat dari Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB).

Di Tiongkok, perkembangan ekonomi terbaru menunjukkan pertumbuhan di bawah rata-rata historis, sementara tekanan di pasar keuangan meningkat. Ketidakpastian pemulihan ekonomi Tiongkok diprediksi cukup tinggi di tengah potensi meningkatnya perang dagang.

Baca Juga: 6 langkah strategis OJK dalam upaya memperkuat Sektor Jasa Keuangan

Risiko geopolitik global meningkat, dipengaruhi oleh konflik yang berlanjut di Timur Tengah dan perkembangan perang di Ukraina. Instabilitas ini juga berimbas pada peningkatan biaya dan waktu pengiriman dari Asia ke Eropa, yang berpotensi memicu kenaikan harga komoditas ke depan.

Dari sisi domestik, PDB Q4-23 tumbuh sebesar 5,04 persen yoy (Q3-2023: 4,94 persen yoy), didorong oleh naiknya pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) dan belanja investasi pemerintah terkait pembangunan Ibu Kota Negara.

Pertumbuhan ekonomi secara tahunan mencapai 5,05 persen yoy di 2023. Indikator terkini juga menunjukkan kinerja perekonomian ke depan masih cukup baik, dengan ekspansi PMI manufaktur yang meningkat, neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus, dan tingkat inflasi yang terjaga.

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha PT BPR Bank Pasar Bhakti Sidoarjo

OJK telah menandatangani rencana pembangunan gedung kantor baru bersama Otorita IKN pada 29 Februari 2024, sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Negara.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga rangkaian groundbreaking pembangunan layanan sektor jasa keuangan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) oleh Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BPD Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bank Kaltimtara) serta BPJS Kesehatan. ***

Tags

Terkini