2. Reviu Penyaluran TKD
• Sampai dengan 31 Januari 2024, Transfer ke Daerah tercapai realisasi Rp9,66 T (12,02% dari alokasi Rp80,36 T), mengalami pertumbuhan impresif mencapai 96,55% hampir mencapai 100% dibandingkan capaian tahun yang lalu.
Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan DAK Fisik dan Dana Desa.
• Pertumbuhan DAK Non Fisik diperoleh dari Jenis DAK NON Fisik BOSP. Penyaluran DAK NON FISIK BOSP (pendidikan) telah tersalurkan seluruh Tahap I (50% BOSP Reguler) di bulan Januari 2024, ini merupakan penyaluran tercepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana Januari belum ada realisasi.
• TKD berkontribusi sebesar 77,21% pada Total Penerimaan APBD di Jawa Timur hal ini menunjukan ketergantungan daerah terhadap penyaluran TKD ini masih cukup besar, sehingga harus memperkuat penerimaan dari PAD, dan Pendapatan Daerah Lainnya.
Baca Juga: BI Jatim menyebut Penurunan Kredit Macet Perbankan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur
3. Penerimaan Negara
Beberapa Isu terkait penerimaan negara di Jawa Timur:
a. Pajak (DJP):
• Turunnya harga komoditas;
• Sikap wait and see pengusaha akibat pemilu, menahan investasi pasca pemilu;
• Penerapan PMK 168 yang akan memindahkan penerimaan PPh 21 masa Desember 2023 ke Januari 2024;
• Potensial loss akibat dari pemusatan pembayaran WP cabang;
• Kenaikan tarif cukai dan harga jual eceran yang berakibat penurunan produksi.
b. Bea Cukai (DJBC):