Baca Juga: Capaian Luar Biasa! DJP Jatim I dan Wajib Pajak Raih Penerimaan Pajak 100 persen
6. Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan Januari 2024 sebesar 94,73, terjadi penurunan sebesar 3,03%.
Hal tersebut dikarenakan Indeks Harga Terima Nelayan (It) turun sebesar 2,57% menjadi sedangkan Indeks Harga Bayar Nelayan (Ib) naik sebesar 0,47%.
7. Penurunan It disebabkan oleh turunnya indeks secara rata-rata pada kelompok Penangkapan Di Laut sebesar 2,66% sedangkan kelompok Penangkapan Di Perairan Umum naik sebesar 0,81%.
Kenaikan pada Indeks Ib sebesar 0,47% dari 118,17 menjadi 118,73 disebabkan oleh kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 0,49% dan Indeks Biaya Produksi Dan Penambahan Barang (BPPBM) sebesar 0,46%.
Baca Juga: Tersangka Pidana Perpajakan, Kanwil DJP Jatim I Serahkan Berkas Dirut PT PUI ke Kejaksaan Surabaya
8. Nilai Tukar Petani Jawa Timur bulan Januari 2024 turun sebesar 0,16% dari 116,05 menjadi 115,86.
Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan lebih rendah dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib). It naik sebesar 0,27% dan Ib naik sebesar 0,43%.
b. Perkembangan Realisasi APBN Regional & APBD Konsolidasian.
1. Realisasi APBN Regional
Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp21,65 Triliun atau 7,73% dari target sebesar Rp279,95 Triliun, secara nominal turun -6,97% dibandingkan periode yang sama TAYL. Dari sisi Penerimaan Pajak, telah tercapai realisasi sebesar 8,45% (Rp10,36 Triliun) dari target Rp122,36 Triliun.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Sepakati PKS Tripartit Bersama DJP dan DJPK
Sedangkan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai 7,13% (Rp10,84 Triliun) dari target (Rp152 Triliun), dan realisasi PNBP mencapai 8,38% (Rp0,45T) dari target (Rp5,33 Triliun).
Untuk Belanja Negara sampai dengan 31 Januari 2024 telah terserap Rp11,67 Triliun atau 9,09% dari pagu belanja negara di Jawa Timur sebesar Rp128,36 Triliun.