SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Timur semakin menunjukkan daya saing di pasar yang lebih luas. Keikutsertaan dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi menjadi pintu bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas jaringan, membuka pasar baru, hingga membangun kerja sama bisnis bernilai miliaran rupiah.
Salah satu capaian menonjol datang dari UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur. Sebanyak sembilan UMKM mengikuti rangkaian business matching KKI 2026 pada 20–23 Agustus 2026. Lima di antaranya berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan total komitmen transaksi mencapai Rp19,4 miliar.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa produk UMKM Jawa Timur mulai memiliki ruang yang semakin besar untuk bertemu calon mitra usaha dan pasar baru. Business matching sekaligus menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk tidak berhenti pada penjualan, tetapi membangun kemitraan yang berkelanjutan.
Kinerja positif juga terlihat dari sektor wastra dan fesyen. Tujuh UMKM Wastra dan Laras Nusantara binaan KPwBI Jawa Timur mencatat total penjualan Rp4,33 miliar selama KKI 2026.
Capaian itu melonjak sekitar 228 persen dibandingkan penjualan pada KKI 2025 yang mencapai Rp1,34 miliar. Peningkatan tersebut didorong semakin beragamnya produk, bertambahnya UMKM yang lolos kurasi, pengembangan produk ready to wear, serta promosi yang semakin agresif kepada pelanggan lama maupun konsumen baru.
Tujuh UMKM tersebut terdiri atas Jokotole, Al-Warist Batik, Hadi Batik Podhek, Gedog Zaenal Tuban, Canting Wira, Namira Ecoprint, dan Batik Radhika.
Di sisi lain, talenta kreatif Jawa Timur juga mencuri perhatian melalui program pengembangan KKI. Al-Warist Batik Aromatherapy dan Canting Wira berhasil masuk 20 besar Citra Nusa. Canting Wira bahkan meraih Juara Harapan II melalui inovasi teknik pembatikan “Rainbow in the Shadow”.
Dua barista asal Jawa Timur, Hangga Dwi Prakarsa dan Rahmat Ramadhan, juga berhasil menembus 12 besar program Cangkir Barista. Program ini dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi, sertifikasi, serta pendampingan kewirausahaan barista.
Puncak keterlibatan UMKM Jawa Timur hadir dalam Pagelaran Swarna Nusantara pada Closing Ceremony KKI 2026. Batik Tuban Lockan, salah satu UMKM binaan Bank Indonesia Jawa Timur, berkolaborasi dengan desainer nasional Danjyo Hiyoji.
Kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk membawa wastra daerah ke panggung fesyen nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui pertemuan antara kekayaan budaya daerah dan kreativitas industri fesyen.
Secara nasional, KKI 2026 mencatat total penjualan Rp177,21 miliar hingga 23 Agustus 2026. Business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar, melibatkan 192 UMKM dengan pembeli dari 16 negara. Sementara business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Gelaran tahun ini melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari berbagai daerah. Hampir 560 UMKM tampil secara luring dengan produk mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda. KKI juga mendapat dukungan 27 kementerian/lembaga dan 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menegaskan bahwa penguatan UMKM membutuhkan ekosistem yang berkelanjutan agar pelaku usaha dapat terus tumbuh dan memiliki daya saing.
“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung," ujar Aida dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, 23 Agustus 2026.