daerah

Anggota DPRD Sumedang Mencak Mencak, Minta Pemkab Perhatikan Pembangunan Surian

Selasa, 18 Februari 2025 | 16:43 WIB
Caption: Anggota DPRD Sumedang Heti Andorina saat meninjau lokasi jalan amblas di Kecamatan Surian

Sumedang, NAWACITAPOST.COM – Kondisi infrastruktur yang tidak layak bagi masyarakat Kecamatan Surian Kabupaten Sumedang kembali menjadi sorotan.

Pasalnya, Jalan Haurpapak yang amblas akibat longsor semakin menambah pilu yang dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Surian.

Disisi lain, pembangunan infrastruktur di Kecamatan Jatinangor terus didorong menjadi smart city. Hal ini pun menuai perhatian serius dari Anggota DPRD Sumedang.

Hal itu menambah geram Heti Andorina, dia menyampaikan bahwa wilayah Surian selama bertahun tahun lamanya tidak pernah mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten, seolah menjadi ‘anak tiri’ dalam pembangunan.

"Termarginalkan, berpuluh-puluh tahun, harus dengan cara apa mengawal Surian ini? Setiap tahun didorong, dikawal, tak kunjung ada solusi," ungkap Heti Andorin, Selasa (18/2/2025).

Saat dikonfirmasi, Anggota Dewan itu menuturkan dalam pertemuan Musrenbang, seluruh kepala desa di Kecamatan Surian merasa di anak tiri kan. Bahkan, ada yang mempertanyakan apakah Surian masih bagian dari Sumedang atau tidak.

"Jadi dewan mendorong Pemda untuk tidak menganaktirikan Surian, terutama tentang isu-isu kewilayahan. Masalahnya cuma satu, yaitu jalan rusak, dan para kades pun mengeluh soal itu," tuturnya.

Saat mengunjungi lokasi jalan yang amblas tersebut, memuncak amarah Anggota DPRD Sumedang itu dengan harapan tak lagi ada perbedaan dalam pembangunan infrastruktur kewilayahan.

Perbedaan itu terlihat ketika Kecamatan Surian dan Jatinangor. Ditengah kesibukan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memoles Jatinangor untuk menjadi smart city, justru Surian masih dihadapkan dengan jalan rusak.

"Saya turun langsung ke daerah Surian, masih prihatin dengan infrastruktur jalan. Jika jalan di Surian masih saja rusak, ini bisa menjadi ironi, karena infrastruktur yang buruk bisa menghambat akses pendidikan dan aktivitas intelektual lainnya," tegasnya.

Teh Cinot begitu sapaannya, dengan jalan yang rusak berakibat pada terganggunya perekenomian masyarakat. Bahkan, menurut Teh Cinot, banyak warga yang memilih pulang dengan melintasi kabupaten lain demi mendapatkan akses jalan yang lebih baik.

"Pulang meninjau lokasi jalan amblas dari Surian sampai harus lintas kabupaten, demi keamanan dan keselamatan, hujan juga, ditakutkan jalan amblas kembali," pungkasnya.( Defri Ardiansyah)

Terkini