daerah

Jasmas Dewan di Gayungan PTT dapat Laporan banyak Rusunawa Dukuh Menanggal tak berpenghuni

Jumat, 13 Oktober 2023 | 01:34 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Reses jaring aspirasi anggota Komisi D DPRD Surabaya, Dyah Katarina, kembali dilakukan di Gayungan PTT.

"Saya ini mewakili njenengan, kebetulan saya maju dari dapil IV yang terdiri dari 5 kecamatan yaitu Gayungan, Jambangan, Sawahan, Sukomanunggal dan Wonokromo," ucap Dyah dalam reses yang digelar di lingkungan RT07 RW03 kel/kec. Gayungan, Rabu (12/10/2023).

Dyah menjelaskan, terdapat 50 anggota Dewan di DPRD Surabaya dari berbagai Fraksi, dan Fraksi PDI Perjuangan paling banyak, ada 15 dewan.

Pemkot Surabaya bercita-cita untuk menjadikan masyarakat yang aman, nyaman dan sejahtera. "Membangun kota Surabaya ini, tidak hanya tugas Walikota dan DPRD, tapi juga butuh aspirasi dari masyarakat," terang Dyah Katarina.

"Nah, Reses sendiri adalah bisa disebut rapat bersama warga, untuk menjaring aspirasi masyarakat yang tidak terjaring saat Musrenbang," jelas Dyah yang saat ini masih menjabat sebagai ketua Paguyuban bunda Pos PAUD Terpadu.

Semua aspirasi masyarakat itu, kata Dyah, ditujukan kepada pemerintah dan anggota Dewan hanyalah sebagai mediator untuk menyampaikannya.

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat banyak yang tidak tahu tentang tugas dan fungsi anggota DPR yaitu bersama-sama Pemerintah menyusun anggaran dan membuat peraturan daerah.Kemudian setelahnya adalah menjalankan fungsi control atas semua yang telah dilakukan pemerintah.

Selama menjalankan fungsi kontrolnya, Dyah mengaku banyak melihat permasalahan di masyarakat dan dengan berkoordinasi, dirinya sedikit demi sedikit menyelesaikannya. Seperti terkait pelayanan warga, pendidikan, pembangunan lingkungan maupun masalah-masalah kesejahteraan rakyat yang lain.

Ketua RT07 Mochamad Badarudin saat sesi jaring aspirasi menyampaikan bahwa di wiliayahnya seringkali banjir kalau hujan lebat.

"Saluran yang mengarah ke sungai sangat kecil, sehingga air tidak lancar," ujarnya.

Badarudin juga mengaku warga RT07 tidak punya terop, kursi dan speaker aktif. "Bagaimana mengajukannya, mohon petunjuk bu Dewan," ucap Badarudin yang mengaku sering mendengar nama Dyah Katarina, namun baru kali ini bertemu secara langsung.

Dikonversinya MBR menjadi Gamis, menurut warga juga banyak menimbulkan masalah. Seperti hilangnya bantuan hingga kesulitan mendapat jatah Rusunawa.

"Padahal, di Rusunawa Gayungan masih banyak kamar kosong dan sepertinya banyak pula yang tidak layak menempati," terang salah satu ibu.

Ada juga seorang ibu yang minta putranya yang putus sekolah difasilitasi untuk mendapat ijasah.

Terhadap semua keluh kesah warga yang hadir, Dyah Katarina berjanji bahwa pihaknya akan meperjuangkannya, baik melalui koordinasi bersama dinas, maupun mencatatkannya dalam pokok pikiran dewan untuk dapat segera ditindaklanjuti.

"Kami juga akan koordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Surabaya untuk mencari tahu ada berapa kamar kosong di rusunawa milik Pemkot, dan segera mendata warga yang membutuhkan hunian," ungkap Dyah.

Yang juga penting, anggota Legislator S2 Sains Unair ini akan mencarikan solusi sekolah kesetaraan untuk para pemuda putus sekolah.

"Supaya setelah mendapat ijasah, mereka bisa segera bekerja," pungkasnya. (BNW)

Tags

Terkini