daerah

DPRD Surabaya: Jukir Lebih Berkuasa daripada Dishub!

Senin, 27 Januari 2025 | 22:55 WIB

NAWACITAPOST.COM – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya dari sektor parkir tahun 2024 tidak memenuhi target yang telah ditetapkan. Dari rencana sebesar Rp101 miliar, realisasi hanya mencapai Rp42 miliar, menimbulkan perhatian serius dari berbagai pihak.

"Target Rp101 miliar hanya terealisasi Rp42 miliar. Itu mencakup retribusi parkir khusus dan tepi jalan umum," ujar Mochamad Machmud, anggota Komisi B DPRD Surabaya, Senin (27/1/2025).

Machmud menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya yang dinilai belum mampu mencapai target secara konsisten. Ia menyebutkan bahwa permasalahan ini telah berlangsung lama tanpa adanya solusi konkret.

Baca Juga: Liburan Imlek dan Isra Mikraj, DPRD Pastikan Surabaya Siap Sambut Wisatawan

"Masalah ini sudah bertahun-tahun terjadi, tapi tidak ada evaluasi serius untuk mengatasinya," tegasnya.

Manipulasi Data oleh Juru Parkir (Jukir)

Legislator partai Demokrat itu menilai akar persoalan terletak pada lemahnya pengendalian terhadap juru parkir (jukir). Ia mengungkapkan bahwa para jukir sering memanipulasi laporan pendapatan, sehingga mengurangi potensi penerimaan daerah.

"Seharusnya Dishub mengendalikan jukir, bukan sebaliknya. Tapi faktanya, jukir malah memegang kendali," jelasnya.

Baca Juga: Proses Transformasi ke Perumda, DPRD minta PDAM Surabaya Profesional

Machmud mencontohkan praktik manipulasi yang sering dilakukan, seperti pelaporan pendapatan parkir yang tidak sesuai dengan jumlah kendaraan.

"Kalau target per titik Rp100 ribu, jukir hanya menyetor sesuai target itu, padahal jumlah kendaraan lebih banyak. Kalau hujan, mereka tidak setor sama sekali dengan alasan tidak ada kendaraan parkir," tambahnya.

Evaluasi Sistem dan Penertiban Jukir Liar

Komisi B mendesak Dishub untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan parkir, termasuk mengambil tindakan tegas terhadap jukir yang tidak mematuhi aturan. Selain itu, praktik jukir liar juga menjadi perhatian. Keberadaan mereka tidak hanya merugikan PAD tetapi juga menciptakan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Baca Juga: Dukung MBG, Zuhrotul Mar ah Dorong Keterlibatan UMKM Kantin Sekolah

"Potensi titik parkir di Surabaya sangat besar, tapi masih banyak yang belum digarap optimal. Akibatnya, jukir liar terus bermunculan," ungkap Machmud.

Tantangan Sistem Parkir Nontunai

Program parkir nontunai yang diterapkan Dishub ternyata belum berjalan maksimal. Machmud menjelaskan, banyak jukir yang enggan menggunakan sistem QRIS karena khawatir pendapatan mereka berkurang.

Halaman:

Tags

Terkini