NAWACITAPOST.COM - Kenaikan harga LPG 3kg memicu sorotan dari Baktiono, legislator PDI Perjuangan di Surabaya. Menurutnya, kebijakan pemerintah terkait pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen menjadi penyebab utama dampak ini.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya tersebut menjelaskan bahwa penerapan PPN 12 persen tidak hanya menyasar barang mewah, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat kecil.
"Ketika pemerintah menaikkan PPN, ternyata kebijakan ini memengaruhi masyarakat kecil, bukan hanya kalangan pemilik barang-barang mewah. Kebutuhan dasar seperti LPG seharusnya dipertahankan, bahkan kalau bisa harganya diturunkan," ujar Baktiono pada Jumat (17/1).
Baca Juga: Aning Rahmawati: Rp881 Miliar untuk Banjir Surabaya Belum Memadai
Baktiono menyarankan pemerintah memanfaatkan potensi gas alam yang melimpah di Indonesia untuk mendukung kesejahteraan rakyat. Menurutnya, sumber daya gas alam dapat menjadi solusi untuk menambah pendapatan negara tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan harga.
"Kita ini memiliki cadangan gas alam yang melimpah, termasuk salah satu yang terbesar. Namun, untuk kebutuhan dasar masyarakat, justru dikenai pajak demi menutupi utang pemerintah dan defisit APBN. Sebaiknya, sumber daya alam yang kita miliki dimanfaatkan secara maksimal," tegas Baktiono.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki banyak aset, termasuk pulau-pulau tak berpenghuni yang bisa dikembangkan bersama investor untuk menambah pendapatan negara.
Baca Juga: DPRD Desak Pemkot Surabaya Perbaiki Proses Perizinan dan SLF
"Pulau-pulau kosong ini merupakan aset berharga yang dapat dikelola untuk mendatangkan investasi. Begitu juga dengan tanah-tanah yang belum dimanfaatkan. Pemerintah seharusnya mengoptimalkan potensi ini," tambahnya. ***