daerah

Ada Siteplan Baru di Perum Graha Natura, DPRKPP ikut Bermain?

Selasa, 30 Mei 2023 | 17:34 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Warga Ekslusif perum Graha Natura 'Geger', pasalnya ke 24 pemilik rumah dikawasan elit Lontar tersebut merasa dibohongi.

"Di 2019 kami membeli rumah disini habis sekitar 3 miliar karena tertarik dengan hunian yang ekslusif, asri, dengan banyaknya pohon buah-buahan serta jogging track yang sudah kita gunakan, " Ungkap Santoso salah seorang pemilik hunian kepada Nawacitapost.com, (30/5)

"Tapi sejak Agustus tahun lalu (2022, red), jogging track dibongkar, pohon-pohon ditebangi, diurug, di patok diberi nomer, mau dijadikan rumah yang harganya sekitar 2 miliar-an. Kami sudah dibohongi, " Serunya.

-


Nah dalam pengurugan lahan, menurut Satoso beberapa warga juga mengalami kerugian. Karena banyaknya debu, 5 ekor Ikan Koi yang sudah sangat besar-besar di kolam rumah warga tiba-tiba mati. AC di rumah warga juga banyak yang rusak.

"Mereka (Manajemen Graha Natura, red) tidak mau tanggung jawab, " sebut Santosa.

"Intinya, warga menuntut pengembalian Fasum atau beli kembali rumah kami," tegasnya.

Disisi lain, Wakil Walikota Surabaya Armuji nampak geram saat melakukan sidak di Perumahan Graha Natura Lontar Surabaya. Dirinya mencurigai ada permainan untuk mendapat keuntungan yang besar.

Bisa dibayangkan, dengan seenaknya manajemen Perum Graha Natura merubah-rubah siteplan, memanfaatkan lahan hijau dan akan dibangun menjadi rumah kemudian dijual dengan harga 2 miliar-an.

"Ini mencari keuntungan besar dengan menipu warga," Hardik Armuji kepada manajemen Graha Natura saat sidaknya di lokasi, Selasa 30 Mei 2023.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyayangkan ada dua buah siteplan berbeda di lokasi dan tanggal yang sama.

"Semula warga tertarik dengan siteplan yang dipromosikan, lantas membeli meski harganya diatas rata-rata, " Katanya.

"Tapi setelah rumah terjual habis, ujug-ujug ada siteplan yang baru, monggo diterjemahkan sendiri artinya. Jangan sampai ada permainan!" Ancamnya.

Dari informasi warga, polemik ini sudah beberapa kali di hearing kan DPRD Surabaya, dari komisi A sampai beralih di komisi C hingga dilakukan Sidak di lokasi. Hasilnya, Komisi C meminta manajemen Graha Natura menghentikan pekerjaan pembangunan sementara waktu.

"Sudah diputuskan oleh lembaga Dewan, harus dihentikan dulu pekerjaan pembangunannya," tegas Armuji.

-


Dihadapan Armuji, Teguh yang menyatakan sebagai Legal Perum Graha Natura mengaku, ada replaning siteplan dan keduanya memang diterbitkan di tanggal yang sama pada 2019 lalu.

"Itu sudah disetujui DPRKPP dan ditanda tangani pak Reinhard (Reinhard Oliver Kabid Penataan Ruang DPRKPP kota Surabaya," ucap Teguh.

Sedangkan Reni Mariska, General Manager Graha Natura hanya bungkam, dan keburu menghilang saat akan ditemui awak media.

Lucunya lagi, 2 orang utusan dari DPRKPP mengaku tidak tahu apa-apa. "Saya baru mas, nggak tau apa-apa. Saya hanya ditugaskan kesini," ucap keduanya sembari tancap gas saat dikejar awak media untuk meminta keterangan.

Sementara itu, aparat wilayah setempat melihat, Graha Natura memang ingkar dari janji promosinya. "Mereka (Graha Natura, red) tidak pernah melaporkan kalau akan menambah huniannya," kata Tolikin ketua RW 6 Lontar yang ikut menyaksikan di lokasi.

Ketua RT 01, Sunardi meminta agar perumahan Graha Natura mengembalikan hak-hak warga. "Meski mereka tinggalnya di perumahan, tapi ini tetap warga kita. Graha Natura wajib memberikan sesuai dengan hak-hak warga kami," ucap Sunardi menyudahi. (BNW)

Tags

Terkini