Sitaro, NAWACITApost.com – Moment peringatan Hari pedidikan nasional (Hardiknas) setiap tahunnya diperingati bersamaan dengan hari lahirnya tokoh pendidikan nasional KI Hajar Dewantara tentunya selain suasana berbeda juga tema yang diusung juga pastinya berbeda.
Untuk tahun ini tema yang di usung pada Hardiknas Tahun 2023 adalah "Bergerak Bersama Semarakan Merdeka Belajar" untuk kabupaten kepulauan sitaro moment peringatan ini pemerintah daerah mengelar upacara yang di pusatkan di lapangan batahi kelurahan ondong pada selasa 3 mei 2023 pukul 09.00 WITA.
Pemerhati pendidikan dan juga wakil ketua DPRD Kabupaten Sitaro "Bob Nover Janis SH (BNJ) tampak hadiri gelar upacara bendera bertindak sebagai irup wakil bupati Kabupaten Sitaro : Drs Jhon Palandung MSI, dalam moment peringatan upacara dibacakan sambutan menteri dalam negeri dan menteri pedidikan kebudayaan riset dan teknologi.
Bob Nover Janis (BNJ) saat dihubungi via seluler seusai upacara melalui media ini menyampaikan, "momentum peringatan hardiknas kali ini hendaknya menjadi bahan refleksi terhadap pergumulan dan pencapaian prestasi dalam dunia pendidikan dewasa ini, begitu juga bagi kabupaten sitaro dimana persoalan pemerataan tenaga guru masih menjadi momok utama di sekolah sekolah swasta atau yayasan sehingga dibutuhkan solusi bersama untuk mengatasi persoalan tersebut antara yayasan maupun sekolah negeri tutur BNJ dan seluruh stakeholders yang ada hendaknya bersama menyelesaikan dan wujudkan semarakan Merdeka Belajar sesuai dengan tema nasional Hardiknas," tegasnya.
-
Dinas Pendidikan Kabupaten Sitaro selaku intansi teknis penyelenggara pendidikan melalui Kepala Dinas Pendidikan Sitaro Budianto Mukau saat dihubungi langsung di ruang kerjanya menyampaikan terkait dengan permasalahan guru di sekolah- sekolah yayasan saat ini, "kami sementara atau sedang berkomunikasi dengan semua pihak termasuk nantinya dengan pihak yayasan yang ada untuk berembuk tentang peralihan status yayasan, sebab kalau tidak dampaknya untuk kata pemerataan tenaga guru di yayasan / swasta tidak akan terpenuhi atau memadai, " ujar Budianto Mukau.
"Selanjutnya ia memberi penjelasan tentang teknis pemerataan tenaga guru di lingkup sekolah negeri sekarang ini sudah terpenuhi sebab kementrian pedidikan nasional lewat kementrian MenPAN dalam juknisnya hanya memprioritaskan sekolah negri sementara yayasan itu urusan yayasan," tandasnya.
Selain itu pada bulan september nanti pemerintah pusat akan menghentikan tenaga honorer termasuk tenaga guru dalam kebijakan moratorium non ASN dan mudah - mudahan kebijakan pemerintah pusat bisa mengevaluasi lagi kebijakan tersebut mengingat dampak terhadap tenaga honorer termasuk tenaga guru, di sekolah-sekolah swasta atau yayasan yang oleh pemerintah daerah dimasukan dalam program daerah "Sitaro Mengajar".
"Saat ini dari data yang ada jumlah sekolah yayasan di Kabupaten Sitaro berjumlah 60 sekolah sementara sekolah negeri berjumlah 43 sekolah, sekali lagi untuk tenaga guru di sekolah negeri sudah mencukupi, ketika ditanya apa kita tau solusi yang sekarang ini akan dilakukan jawabnya dalam waktu dekat kami bersama pemerintah daerah dan DPRD akan menemui pihak yayasan dalam hal ini yayasan pendidikan kristen GMIST di tahuna untuk berkomunikasi terhadap peralihan status sekolah yayasan untuk di negerikan," ujar Budianto Mukau.
Dalam hal lain momentum hardiknas ini juga buat diknas sitaro berupaya terus mendorong kompetensi tenaga guru atau pendidik, dimana menjadi kebutuhan mendasar pendidikan di era digital ini menuntut profesional tenaga guru yang memiliki kopentensi dibidangnya sesuai dengan tuntutan kurikulum belajar dan kami diknas sitaro memilik tenaga pengajar yang menguasai IT dan membetuk tiem untuk sharering dan penetrasi sistem berbasis IT bagi peningkatan mutu guru dan sekolah. (heri)