daerah

Kadisdik Majalengka Hardiknas Gelontorkan Rp 35 M Perbaikan Gedung Sekolah Rusak

Selasa, 2 Mei 2023 | 12:25 WIB

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Indonesia tingkat Kabupaten Majalengka dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Majalengka tengah mempersiapkan anggaran perbaikan sarana prasarana sebesar Rp 35 Milyar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Lilis Yuliasih, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan relokasi anggaran APBD sebanyak Rp 35 Milyar yang rencananya akan digunakan sebagai perbaikan sarana prasarana diantaranya perbaikan ruang kelas. Guna menunjang kualitas pendidikan yang ada di Kabupaten Majalengka.

Yang paling sederhana dan mudah diperhatikan oleh masyarakat terkait peningkatan kualitas pendidikan diantaranya bagusnya bangunan sekolah.

"Dan paling mudah disaksikan rakyat yaitu pertama gedung sekolah, ya makanya kita sekarang terpaksa merelokasi anggaran kembali dari apbd dan kita harus memasukkan angka Rp 35 miliar untuk perbaikan tersebut," ungkap Kadisdik Majalengka Lilis Yuliasih kepada awak media, Selasa (2/5/2023).

Menurut Lilis, terkait jumlah bangunan sekolah yang mengalami rusak, sampai saat ini tutur Kadisdik terdapat ribuan yang ada di Kota Angin tersebut.

"Mungkin yang rusak pertama data lengkap dengan gambarnya ada di sini ribuan, ini semua dari mulai dari Sekolah Dasar sampai ke SMP," tegasnya.

Tak hanya soal, masih banyak persoalan yang tengah dihadapi oleh Dinas Pendidikan, mulai dari peningkatan kapasitas SDM dan kurikulum.

"Ya kan pendidikan itu tidak akan pernah sepi dengan persoalan persoalan tuntutan kebutuhan tantangan termasuk masalah karena kaitannya dengan bagaimana upaya kita meningkatkan sdm sehingga tantangannya banyak," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya tengah mempersiapkan diri untuk menyelesaikan tersebut dengan memprioritaskan permasalahan yang bisa diselesaikan secara bertahap, yang paling mudah diakses.

"Yang kita lakukan pertama soal perbaikan gedung sekolah, kedua ialah tentang guru sudah dilakukan. Ketiga terkait PPPK dimana kita kekurangan guru."

"Kalau masalah kurikulum itu terus dilakukan pendampingan dan pengawasan wujud komitmen peningkatan mutu pendidikan," tandasnya.(Defri Ardiansyah)

Tags

Terkini