Jayapura, NAWACITApost.com – Kanwil Kemenkumham Papua berupaya menerapkan keterbukaan pengisian pejabat struktural yaitu dengan menggelar open bidding pejabat eselon V. Ujian Tertulis dan Seleksi wawancara melibatkan pimti pratama dilakukan Senin, (13/02/2023).
Ujian Tertulis dan Seleksi Wawancara Terbuka Jabatan Eselon V itu digelar di Aula Kanwil Kemenkumham Papua. Pewawancara merupakan pimti pratama. Setiap peserta diberikan waktu 10-15 menit untuk wawancara dan 90 menit untuk ujian tertulis.
Total ada 48 peserta yang mengikuti seleksi. Dari jajaran pemasyarakatan dan keimigrasian dari seluruh UPT . wawancara dibagi menjadi dua sesi, masing masing sesi 24 orang.
Kakanwil Kemenkumham Papua Anthonius Ayorbaba menjelaskan bahwa para peserta akan diproyeksikan untuk mengisi formasi yang tersedia. Untuk itu, dia meminta jajarannya untuk bersaing secara sehat. "Kita sudah menggelar seleksi secara terbuka, sudah tidak ada lagi peserta titipan dan akses kedekatan, semua memiliki kesempatan yang sama," ujar Anthonius.
Menurut Anthonius upaya untuk peningkatan SDM itu sudah menjadi Prasyarat Mutlak karna proses berjenjang dari karir ASN itu harus bisa berjalan paralel dan memiliki tujuan dalam peningkatan kinerja organisasi, dan juga semua yang telah memenuhi persyaratan Kepangkatan telah di berikan akses yang sama dalam mengikuti Open Bidding ini baik yang di jayapura maupun yang di luar jayapura.
Beliau juga mengapresiasi semangat para peserta mengingat formasi yang ada tidak sebanding dengan jumlah peserta yang hadir untuk mengikuti seleksi,dan ini menunjukan bahwa para peserta Open Bidding ini mau meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan kinerja organisasi.
-
Kakanwil juga menambahkan bahwa sebelum melaksanakan Ujian ada baiknya untuk di dahului dengan Doa kepada Pencipta agar mendapatkan Ketenangan dalam mengerjakan soal soal ujian dan juga wawancara.
Sementara itu, Kadiv Administrasi Hendrik Pagiling mengatakan bahwa kegiatan open bidding ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Hendrik menyampaikan bahwa seorang pejabat, harus mempunyai kemampuan teknis. Sehingga, sebelum wawancara, mereka terlebih dahulu harus mengikuti seleksi Ujian Tertulis. "Selain hard skill, pejabat eselon V juga harus punya soft skill," ujarnya.
Untuk itu, pada wawancara para calon pejabat akan diuji dengan pertanyaan-pertanyaan dari berbagai aspek. Dari waktu 10 menit yang diberikan, ada delapan aspek yang dinilai. Mulai dari aspek penampilan fisik, etika, organisasi, komunikasi, daya tangkap, kepercayaan diri, motivasi dan stabilitas emosi.
Turut Hadir dalam acara tersebut Pimti Pratama Kepala Divisi Pemasyarakatan dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Kepala Sub Bagian Kepegawaian.