daerah

Sejak Lahir, 2 Balita Gubeng Tak Kenal Listrik

Sabtu, 10 Desember 2022 | 09:41 WIB
Foto: Ayu dan Rozi bersama dua orang anaknya saat kedatangan anggota DPRD Surabaya Imam Syafi'i, Jumat 9 Desember 2022

Surabaya NAWACITAPOST - Ekspresi haru diungkapkan pasangan Rozi (23) dan Ayu (20) bersama dua putra-putrinya, Dava berusia 2 tahun dan Diva yang menginjak 3 tahun, saat kedatangan anggota DPRD Surabaya Imam Syafi'i di rumah jl. Gubeng Kertajaya V-D/16a kelurahan Airlangga Surabaya, Jumat 9 Desember 2022, siang tadi.


Didamping Tina koordinator KSH (Kader Surabaya Hebat, red) kelurahan Airlangga, Imam Syafi'i anggota Komisi A ini sengaja datang ke rumah yang selama 4,5 tahun tak dialiri listrik ini atas informasi beberapa warga.


Rumah yang ditinggali 5 jiwa ini nampak kurang layak, apalagi dalam keadaan gelap, tanpa kipas angin, tanpa televisi, atau alat elektronik yang lain. Sehingga ketika semua rumah sudah menanak nasi dengan Magicom, keluarga ini masih menggunakan dandang diatas kompor.


Kepada Imam Syafi'i, Ayu yang mempunyai nama lengkap Ayu Aura Alfasyah Listiana menceritakan kisah pilunya.


"Kalau sudah malam, kita pakai senter. Kadang lilin. Pernah juga pakai lampu oblik, tapi sekarang sudah rusak," Ungkapnya.


Selain tak teraliri listrik, rumah pasangan muda itu juga tak dilengkapi pipa PDAM. Sementara ini agar bisa mendapat air bersih, keluarga ini membayar Rp 30 ribu per bulan kepada tetangga. Sedangkan untuk ngecas Handphone, mereka harus membayar Rp 2,5 ribu per HP sekali cas.


Dalam cerita sedihnya, Ayu mengaku rumah peninggalan orang tuanya tersebut kondisinya sudah rusak, bocor sana sini.


Ayu pun tak mengetahui dimana tepat orang tuanya tinggal. "Kabarnya ayah ada di Sidoarjo, sedangkan ibu katanya tinggal di Kalimantan. Meninggalkan rumah sudah lebih dari setahun yang lalu, ndak tau sudah cerai atau belum, " Kata Ibu muda cantik ini.


Terkait penghasilan, Rozi suami Ayu, sehari-hari bekerja sebagai karyawan salah satu rumah makan dengan gaji Rp1,2 juta per bulan. Sementara Ayu hanya bekerja freelance sebagai sales Promotion girl (SPG). Pendapatan keduanya dikatakan pas-pasan dan hanya bisa untuk makan sehari-hari.


"Hidup seadanya, yang penting ada makanan untuk anak-anak. Mereka kadang makan nasi sama telur ceplok plus kecap. Alhamdulillah selama ini masih tercukupi," kata Ayu.


Dari pengakuan Ayu, dirinya bersama keluarga sejak setahun ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah, baik BLT maupun PKH, terlebih kepada anak-anaknya, Dava dan Diva yang masih balita.


Padahal, keduanya bisa dilatakan gizi buruk atau lebih parahnya stunting yang pertumbuhannya tidak sesuai dengan usia.


"Kami sedih melihat anak-anak sering sakit, apalagi ketika udara sedang panas. Dava dan Diva kesulitan untuk dapat beristirahat dengan nyenyak di tengah teriknya metropolis," Papar Ayu.


"Pernah nggak tidur semalaman pas sakit panas. Akhirnya kita pakai selembar kardus buat kipasin anak-anak supaya nggak sumuk banget," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini