daerah

Peduli Anak Stunting, Anggota DPRD akan Bersinergi dengan KSH

Senin, 21 November 2022 | 13:12 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Tepat hari anak sedunia, Anggota DPRD Kota Surabaya bersama OPD dan pemuda Bulak dukung program pemerintah Surabaya untuk beri bantuan 17 anak stunting di kecamatan Bulak dan Mulyorejo pada Minggu, (20/11).

Bantuan yang diberikan berupa pemenuhan gizi dan asupan makanan seimbang untuk menunjang pertumbuhan anak sehingga dapat menjadikan kehidupan yang lebih baik bagi anak dan keluarga. Abdul Ghoni menggagas, akan berkolaborasi dengan Kader Surabaya Sehat dan Puskemas untuk menyejahterakan anak dan keluarga.

"Nanti kita akan coba berkoordinasi dengan temen temen KSH agar selalu bergerak karena sejauh ini saya baru mendapat keluhan-keluhan seperti itu. Paling tidak kita akan coba support kekurangannya seperti apa dan mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan kehidupan mereka agar lebih layak lagi."

Menurut Fadilah Kader Surabaya Sehat Bulak, penyebab stunting karena adanya gagal pertumbuhan dari anaknya. Seperti halnya kurang asupan gizi saat dikandungan, jeleknya sanitasi dirumah, dan kurangnya metabolisme dalam diri anak masing-masing. Bayi dalam kandungan dan lahirnya bayi juga bisa menjadi penyebab terjadinya stunting. Orang hamil 1000 hari pertama gizinya harus terpenuhi. Apabila gizi sudah terpenuhi maka akan kelihatan kondisi bayi yang dilahirkan. Pendampingan untuk anak stunting 1x dalam satu bulan.

"Pemerintah berkontribusi dalam penanganan stunting dengan memberikan bantuan permakanan, makanan tambahan (biskuit dan susu). Stunting tidak ada pengobatan cuman ada pemantauan saja, tidak lupa dengan pola makan anak, pola didik orang tua, dan perbaikan sanitasi yang ada dirumah. Pendampingan dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) 1x dalam sebulan dan posyandu 1x dalam sebulan. Jadi satu bulan terdapat 2 pendampingan untuk anak stunting memberikan edukasi pola makan dan pola didik orang tua serta menimbang berat badan anak dan mengukur tinggi badan anak."

Fadilah juga menambahi, anak stunting saat di posyandu dibedakan pada siang hari karena ada pengecekan khusus untuk anak stunting dan tidak lupa diberi bantuan sehingga untuk mengatasi stunting yaitu dengan pemenuhan gizi dari ibu karena anak stunting rata-rata dari keluarga menengah kebawah. Sehingga anak tidak makan sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna. Tidak hanya itu perbaikan sanitasi itu perlu, memperhatikan air yang digunakan seperti air minumnya dan air yg digunakan setiap hari.

Masih terdapat anak stunting tapi tidak masuk data karena tidak terdaftar MBR. Sehingga ada beberapa anak stunting juga yang diberhentikan permakanannya karena sudah tidak terdaftar MBR. Indikator BB dan TB anak stunting ada rumusnya yang mengetahui pihak puskesmas, sehingga data keluar dari puskesmas. Ada beberapa anak yang pra stunting masih bisa dicegah maka dari itu tidak masuk kedalam data anak stunting.

Puskesmas terjun langsung dan bekerja sama dengan posyandu beserta KSH sehingga kepala Puskesmas Bulak, Dokter Rosna memberi apresiasi dalam mendukung program pemerintah ini. "Terimakasih untuk perhatian dan bantuan dari pak Ghoni, dan semoga kedepannya upaya bersama ini membawa dampak positif surabaya bebas stunting. Harapan kami semua komponen masyarakat dapat bergerak bersama dalam upaya mengatasi masalah stunting." Rosna

"Terimakasih Pak Ghoni, Alhamdulillah kalau ada bantuan untuk mengurangi anak stunting semoga dengan bantuan ini anaknya cepat gemuk dan sehat." Ucap Ayun salah satu Ibu dari anak stunting yang mendapat bantuan.

Camat Bulak, Bambang juga memberikan ucapan terimakasih atas bantuan yang diberikan yang nantinya kedepan Kecamatan Bulak akan menyusun program dan akan melibatkan seluruh elemen untuk ikut berpartisipasi. (BNW)

Tags

Terkini