daerah

Pimpinan Dewan: Jalur Rempah adalah milik Indonesia

Sabtu, 19 November 2022 | 02:42 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A. Hermas Thony, M.Si. saat melihat kegiatan Economic Art Festival BEM FEB Unesa di lingkungan Balai Pemuda, Surabaya, Jumat (18/11/2022).

Surabaya NAWACITAPOST - Melihat geliat mahasiswa yang peduli seni budaya, Wakil ketua DPRD Surabaya AH Thony mengajak Anang Kistyanto Dekan Fakultas Ekonomik Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ikut serta menggaungkan isu Jalur Rempah yang tengah diperjuangkan Pemerintah untuk mendapat pengakuan dunia melalui UNESCO. Yakni pengakuan dunia bahwa rempah rempah adalah milik Nusantara. Jalur Rempah adalah milik Indonesia.

Hal ini secara langsung disampaikan AH Thony saat gelaran Economic Art Festival oleh BEM FEB Unesa di di lingkungan Balai Pemuda, Surabaya, Jumat (18/11/2022).

Untuk mendapat pengakuan itu, menurut Thony ada lima pilar yang menjadi platform diplomasi. Rempah-rempah tidak hanya diperkenalkan dalam bentuk komoditas fisik rempah seperti cengkeh, kayu manis, pala dan lada. Tapi melalui lima pilar rempah. Yakni melalui seni, budaya, kuliner, ramuan dan fashion.

Menurut Thony, Unesa sebagai payung besar sebuah institusi layak sebagai penggerak intelektual dalam memperkenalkan rempah-rempah.

“Unesa memiliki program-program pendidikan yang bersentuhan dengan kelima pilar itu. Ada program studi S1 Pendidikan Tata Boga Boga yang terkait dengan kuliner,” kata Anang.

Dikutip dari laman unesa.ac.id, fakultas dan program studi yang terkait dengan lima pilar Rempah adalah Prodi S-1 Pendidikan Tata Busana yang terkait dengan fashion. Juga ada Fakultas Seni dan Industri Kreatif, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

“Saya kira Unesa sebagai payung besar bisa mulai menginisiasi dalam andil sosialisasi Rempah Rempah yang menjadi program pemerintah pusat, yang ada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek),” tambah Thony.

Kata dia, sosialisasi tidak harus menunjukkan produk rempahnya seperti cengkih, kayu manis, lada dan pala, tapi cukup melalui lima pilarnya, maka diharapkan masyarakat dapat mengenalnya (rempah-rempah).

“Di tangan para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, produk produk dari lima pilar ini dapat menopang lahirnya kreativitas masyarakat yang berujung ekonomi,” pungkas. (NANG/BNW)

Tags

Terkini