daerah

Yordan Dewan Jatim: Umat Kristen Harus Jadi Agen Moderasi Beragama

Sabtu, 12 November 2022 | 14:56 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Angoota DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa menyampaikan bahwa umat Kristiani harus bisa menjadi agen-agen dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia.

Dorongan semangat ini disampaikannya saat memberikan sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dengan tema "Implementasi Pancasila dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia", kepada ratusan warga yang tergabung dalam Persatuan Warga Kristen (PWK) kota Surabaya, Jumat 11 November 2022, di Garden Palace hotel Surabaya.

"Keberadaan PWK penting sekali untuk menjadi agen moderasi beragama, khususnya di kota Surabaya ini," kata Yordan yang juga menjabat sebagai Wakil ketua bidang 4 Badan Musyawarah Gereja (BAMAG) kota Surabaya ini.

-


Dalam sampaiannya, Yordan menjelaskan bahwa Moderasi beragama sangat penting dijadingan framing dalam mengelola kehidupan beragama di masyarakat yang plural dan multikultural, masyarakat milenial dan umat digital.

Moderasi beragama juga diperlukan untuk menghindari terbentuknya eksklusivisme, ekstrimisme dan terorisme. Tapi Moderasi beragama tidak berarti mengorbankan keyakinan dan prinsip ajaran agama pokok.

"Moderasi erat kaitannya dengan toleransi. Sementara Toleransi adalah kemauan dan kemampuan untuk bersedia menghormati dan menghargai perbedaan. Kesediaan seperti itu sama sekali tidak mengganggu, mengurangi atau menghilangkan keyakinan prinsipil pada diri kita karena berkeyakinan adalah hak setiap manusia," terang Yordan anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dalam mewujudkan moderasi beragama, Pemerintah provinsi dan DPRD Jawa Timur juga sudah melakukan berbagai upaya dilandasi PERDA JATIM 8/2018 Tentang penyelenggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat, salah satunya adalah Perkemahan kebangsaan dengan peserta lintas agama, suku dan budaya.

"Dalam perkemahan tersebut, semua akan dibaur menjadi satu, tahu kebiasaan dan kegiatan satu sama lain mulai pagi bangun tidur, hingga malam. Hal ini akan memberikan pelajaran toleransi, saling menghormati dan menghargai satu sama lain meski berbeda suku, budaya, maupun agama," tutur Yordan.

"Terlebih kita bisa menghargai hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, mempererat hubungan sosial yang harmonis serta memelihara kondisi yang damai di masyarakat," tandasnya. (BNW)

Tags

Terkini