Blitar, NAWACITAPOST.COM - Walikota Blitar Santoso mengukuhkan Kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Blitar masa bhakti 2022-2025. Pengukuhan pengurus FPK Kota Blitar menggambarkan Suku/Etnis yang ada di Kota Blitar telah berbaur dengan ditengah-tengah masyarakat.
BACA JUGA : Sukses Kembangkan SDM Berbasis SDGs, Walikota Blitar Sabet Dua Penghargaan Sekaligus
-
Pengukuhan kepengurusan FPK Kota Blitar dimana Ketua FPK Tan Ngi Hing dari etnis Tionghoa, Sekretaris Frins Maurins Aritonang dari Suku Batak, Bendahara Lumatus Sanayah dari Suku Madura. Hadiri pada acara pengukuhan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blitar Erry Pudyanto Marwantono, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Elly Idayah Vitnawati, dan perwakilan Forkopimda dari Kodim 0808/Blitar, dan Polres Blitar Kota.
“Senang sekali bisa melihat di pengukuhan ini pengurusnya ini benar-benar merupakan pembauran dari macam-macam suku ada dari Batak, Bengkulu, Jawa, Madura, Kalimantan, Flores, Sunda, Betawi, Sulawesi. Sehingga betul-betul membaurkan suku-suku yang ada di Kota Blitar.
-
Setelah dikukuhkan hari ini mudah - mudahan FPK Kota Blitar yang di Ketuai Tan Ngi Hing segera tancap gas menjalankan tugas pokok dan fungsi dari Forum Pembauran Kebangsaan,” kata Walikota Santoso usai mengukuhkan kepengurusan.
Menurut Santoso mengatakan, keberadaan FPK ini sangat penting sekali,menjadi suatu forum yang penting dalam menyatukan suku-suku dan ras yang ada di Kota Blitar. Karena situasi dan kondisi yang aman,nyaman itu juga salah satu bisa diwujudkan melalui tugasnya FPK ini.
Kalau sudah kondisi ke wilayahan itu aman karena tidak ada percekcokan antar suku yang ada di Kota Blitar ini. perbedaan antar agama tidak ada masalah, maka banyak investor yang akan menanam investasi ke Kota Blitar,dalam rangka menumbuhkan ekonomi masyarakat,"ujarnya
Terakhir Santoso mengapresiasi terbentuknya pengurus ini agar segera menyusun program - program apa yang nanti bisa dilaksanakan dalam rangka menjaga keutuhan,kebersamaan dan kerukunan diantar suku-suku yang ada di Kota Blitar,"tutupnya.
Sementara, Ketua FPK yang baru Tan Ngi Hing mengungkapkan rencana program untuk segera tancap gas dilaksanakan. Salah satunya membentuk kepengurusan FPK di tingkat kecamatan dan kelurahan guna merangkul lebih luas suku-suku yang tinggal di Kota Blitar yang belum tergabung dalam forum ini.
“Awal November kita akan turba (turun ke bawah) sosialisasi penguatan forum pembauran kebangsaan di tingkat kecamatan. Kita akan purba di masing-masing kecamatan kita undang audient dari berbagai etnis dan ras di kecamatan yang bersangkutan kita sosialisasikan untuk membentuk forum pembauran kebangsaan di tingkat kecamatan lalu setelahnya tingkat Kelurahan.
Harapan kami ke depan untuk mempersatukan etnis maupun suku yang ada di Kota Blitar bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membangun bersama kota yang kita cintai,”tuturnya
Ia menjelaskan, di Kota Blitar untuk sementara ini ada total 12 suku bangsa di Indonesia yang tinggal di Kota Blitar tergabung dalam FPK. Dengan turun ke bawah mensosialisasikan keberadaan FPK di kecamatan dan kelurahan, diharapkan bisa makin banyak yang bisa bergabung.
Ditambahkannya, agenda penting bagi FPK dalam waktu dekat. Salah satunya adalah agenda menyukseskan Pemilu, Pilpres dan Pilkada pada tahun 2024. Dalam proses politik masyarakat kerap dipecah belah dengan konten bermuatan SARA oleh oknum tidak bertanggung jawab. Nah disinilah peran FPK dalam mengkomunikasikan suku-suku dalam forum agar tidak mudah terprovokasi isu SARA, dan tidak muncul perpecahan di masyarakat.
“Sebentar lagi ada pemilihan Presiden dan sebagainya, makanya kita harus bersama-sama membangun komitmen bersama untuk meningkatkan persatuan dari suku-suku yang ada. Maka itu kita terus gali keanggotaan hingga tingkat kelurahan mana yang belum tergabung dalam FPK,” jelasnya.( fm)