Surabaya NAWACITAPOST - Perasaan lega terlihat dari wajah anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, karena temuannya enam anak panti Bilyatimi yang tak punya dokumen adminduk direspon dengan cepat oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) kota Surabaya.
Saat ini, lima dari enam anak panti Bilyatimi yang lokasinya tidak jauh dari eks-lokalisasi Dolly sudah mendapat haknya yakni Akte kelahiran, Kartu Keluarga (KK) sekaligus Kartu Identitas Anak (KIA).
Ditemui di lokasi Bilyatimi, Imam Legislator Partai NasDem mengaku hal ini dilakukannya atas dasar kemanusian membantu anak-anak malang yang ketahuan tidak punya NIK (nomor induk kependudukan).
"Dokumen-dokumen ini amat penting, di antaranya untuk daftar sekolah dan mendapat intervensi dari Pemerintah kota seperti pelayanan kesehatan gratis, dll," terang Imam, mantap Pimpinan Redaksi stasiun televisi ini, Rabu 12 Oktober 2022.
"Kami mengapresiasi respon cepat pak Kadis (Dispendukcapil, red), sehingga saat ini lima dari enam anak sudah mempunyai NIK Surabaya. Sedang untuk satu anak lainnya masih dicarikan solusi karena masih mempunyai orang tua di Kalimantan," ungkapnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dispendukcapil kota Surabaya Agus Imam Sonhaji menyampaikan, pada prinsipnya Pemerintah Kota Surabaya akan merespon semua laporan, termasuk di instansinya.
"Begitu ada informasi ini, kita telusuri datanya ternyata ada namun belum masuk ke sistem layanan kependudukan. Langsung kita kumpulkan dan setelah lengkap kita proses," ungkap pak Kadis usai penyerahan dokumen adminduk ke pihak Panti Bilyatimi.
Terkait BAP Polrestabes, Sonhaji membenarkan prosedur tersebut dikarenakan apabila ada anak yang diduga dibuang wajib melalui proses kepolisian.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan ini kembali menjelaskan bahwa lima dari enam anak yang dilaporkan, saat ini sudah mendapatkan akte kelahiran dan mendapatkan NIK lengkap dengan Kartu Identitas Anak.
"Kita masukkan KK nya ke panti yang memang memohon untuk dapat masuk dan dirawat disitu," imbuh Sonhaji.
Untuk anak panti yang KK dari luar Surabaya, nantinya akan dikoordinasikan dengan daerah asal KK nya.
"Karena tadi kita melihat masih ada orang tua. Jadi, kalau ada orang tuanya kita tidak bisa mindah - mindah gitu saja. Ini anak dibawah umur soalnya," terang Sonhaji.
"Kalau sudah ada ijin dari orang tuanya dan memang sudah tidak mampu di sana. Bagaimana nanti kita pertimbangkan ikut masuk ke KK nya panti asuhan," bebernya.
Selanjutnya, Sonhaji menyarankan agar anak-anak ini segera dilaporkan ke kelurahan agar segera mendapat bantuan dari Pemerintah Kota dari sisi Pendidikan, kesehatan dll.
Sementara itu, Nur Fadila salah satu pengurus Panti mengaku bersyukur, dokumen kependudukan yang sudah diupayakan selama ini akhirnya terwujud.
"Alhamdulillah, ada anak yang sudah diperiksa puskesmas, besok bisa menjalani operasi Hernia di RSUD Dr. Soewandhie," ungkapnya.
"Dan yang sekolah kejar paket, tahun ini sudah bisa mengikuti UNAS karena sudah ada KK dan aktenya. Terima kasih, pak Kadis dan Pak Imam Syafi'i yang sudah membantu," ucap Nur Fadila. (BNW)