NAWACITAPOST.COM - Komisi C DPRD Surabaya memastikan bahwa rencana pembangunan rumah pompa dan saluran di wilayah Kecamatan Sukolilo tidak akan berdampak pada bangunan milik masyarakat, terutama Gereja Bethany yang sebelumnya sempat memantik protes.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menjelaskan bahwa melalui dua kali hearing, pengurus gereja akhirnya tidak keberatan dengan rencana pembangunan tersebut.
“Permasalahan utama adalah tanah HGB milik Gereja Bethany yang akan dipasang box culvert di bawahnya. Masalah ini sudah terselesaikan, dan pihak gereja tidak keberatan dengan syarat-syarat yang disepakati bersama,” tutur Aning pada Minggu, 12 Mei 2024.
Baca Juga: Komisi A Soroti Perda Baru Percepat Pengentasan Kemiskinan di Surabaya
Aning menjelaskan bahwa semula pihak gereja keberatan karena khawatir pembangunan akan memakan waktu lama dan mengganggu kegiatan ibadah. Mereka juga khawatir akan kerusakan bangunan di sekitarnya. Namun, setelah sosialisasi bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Komisi C memastikan bahwa pembangunan akan selesai tepat waktu tanpa menimbulkan kerusakan.
“Lahan yang akan dilewati saluran digunakan sebagai pintu keluar masuk jemaat, jadi ada kekhawatiran terjadi kerusakan. Namun kami bersama DSDABM meyakinkan bahwa pembangunan tidak akan berdampak,” tandasnya.
Diketahui, banjir masih menjadi masalah serius di empat kelurahan di Kecamatan Sukolilo, yaitu di Medokan Semampir sekitar Apartemen Gunawangsa-Stikosa AWS, Nginden, Manyar, dan Semolowaru. Banjir tersebut disebabkan daya tampung air di Sungai Medokan Semampir yang sudah tidak memadai, serta beberapa saluran lingkungan yang perlu dinormalisasi dan diperbesar dimensinya.
Baca Juga: Kolaborasi GOW Surabaya dan Pemkot: Membangun Kampung Madani untuk Kesejahteraan
Aning menyampaikan bahwa banjir juga dirasakan oleh warga di kelurahan yang salurannya terkoneksi dengan Medokan Semampir, salah satunya Semolowaru. "Kawasan tersebut dulunya area persawahan dengan saluran irigasi, sehingga secara bertahap harus diubah menjadi saluran drainase,” jelas politisi PKS ini.
Setelah beberapa kali sidak ke lokasi bersama DSDABM, solusi yang didapat adalah membuat rumah pompa dan saluran yang menghubungkan sungai di Semolowaru langsung ke Kali Surabaya. Rumah pompa dan saluran u-ditch berukuran 300x300 milimeter ini nantinya bisa mengatasi banjir di empat kelurahan di Kecamatan Sukolilo dengan mengalirkan kelebihan debit air langsung ke Kali Surabaya.
“Bertahun-tahun belum ada solusi holistik dan tersistem. Akhirnya melalui sidak dan hearing dengan seluruh dinas terkait, diputuskan untuk membangun rumah pompa dan saluran. Anggaran pembangunan akan dimasukkan pada pembahasan APBD murni 2025,” pungkas Aning. ***