daerah

Bu Reni Goes to School: Ekonomi Jangan Jadi Penghalang Anak Meraih Cita-Cita!

Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:14 WIB
Bu Reni Goes to School saat mengunjungi sekolah dasar negeri (SDN) Medokan Ayu 1 Surabaya, Selasa (27/10/2026)

Selain memberikan motivasi, kunjungan ke SDN Keputih 1 dan SDN Medokan Ayu 1 juga menjadi momentum untuk mengevaluasi penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Gerakan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Tujuh kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas harian. Jika diterapkan secara konsisten di sekolah maupun di rumah, kebiasaan tersebut diharapkan membantu membentuk anak yang disiplin, sehat, mandiri, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.

Reni menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan nilai akademik. Pembentukan karakter juga menjadi bekal penting agar anak mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Kegiatan bersama para siswa turut diisi dengan olahraga untuk mempraktikkan salah satu kebiasaan dalam gerakan tersebut. Suasana penuh semangat dan kebersamaan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang sehat dan menyenangkan.

Kunjungan ke dua sekolah tersebut juga membawa pesan penting mengenai pemerataan pendidikan. Setiap anak memiliki hak untuk berkembang, tetapi kesempatan yang tersedia tidak selalu sama bagi semua keluarga.

Karena itu, upaya mencetak generasi unggul perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap hambatan ekonomi, akses bantuan pendidikan, kualitas pembelajaran, serta pendampingan bagi peserta didik.

Program bantuan pendidikan menjadi salah satu instrumen untuk membantu siswa dari keluarga yang memenuhi kriteria. Namun, keberhasilan pemerataan pendidikan juga membutuhkan informasi yang mudah diakses, penyaluran yang tepat sasaran, dan dukungan berkelanjutan agar anak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Melalui program Bu Reni Goes to School di SDN Keputih 1 dan SDN Medokan Ayu 1, Reni berharap siswa-siswi Surabaya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan percaya diri dalam meraih masa depan.

Sebab, masa depan anak tidak seharusnya ditentukan oleh tebal atau tipisnya dompet orang tua. Yang dibutuhkan adalah semangat untuk belajar, lingkungan yang mendukung, serta kesempatan yang adil untuk berkembang.

Jangan biarkan anak-anak mewarisi keterbatasan ekonomi sebagai batasan cita-cita. Mereka berhak bermimpi setinggi mungkin, dan tugas bersama adalah memastikan jalan menuju masa depan itu terbuka bagi semua. ***

Halaman:

Tags

Terkini