daerah

Uangnya Diambil, Jukirnya Dijelekan. Soleh PJS: Pak EC 'Wali Kota Perampok'

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:42 WIB
Soleh, salah satu orator di aksi demonstrasi Paguyuban Juru Parkir Surabaya, Senin (31/6/2026)

NAWACITAPOST.COM, SURABAYA — Aksi ratusan juru parkir yang tergabung dalam Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) memanas, Senin (31/8/2026). Selain memprotes penerapan Digital Parking, massa juga melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kota Surabaya dan menuntut Wali Kota Eri Cahyadi menemui mereka secara langsung.

Aksi dimulai dari Taman Mundu, Tambaksari, sekitar pukul 08.00 WIB. Massa kemudian bergerak menuju Balai Kota setelah sebelumnya berorasi di depan Gedung DPRD Surabaya.

Salah satu orator, Soleh, bahkan melontarkan pernyataan paling keras dalam aksi tersebut. Ia menyebut adanya persoalan pungutan dan setoran dalam pengelolaan parkir serta mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi tata kelola di Kota Surabaya.

“KPK harus hidup di Kota Surabaya. Harus tahu bagaimana pungli-pungli, pungutan liar, orang-orang liar yang berlindung di bawah dinas,” teriak Soleh.

Ia juga mempertanyakan mekanisme Digital Parking yang menurutnya tidak konsisten. Jukir, kata dia, didorong menerima pembayaran non-tunai, tetapi di sisi lain masih diminta melakukan setoran tunai.

“Kami bukan tidak mau digitalisasi parkir. Tapi penerapannya yang amburadul harus diperbaiki,” ujarnya.

“Uangnya Diambil, Jukirnya Dijelekan”

Soleh kemudian menyerang keras narasi negatif terhadap juru parkir.

“Jangan kemudian dinarasikan negatif. Namanya dijelekan, tapi uangnya diambil,” katanya.

Dalam puncak orasinya, Soleh melontarkan kalimat yang langsung menyita perhatian massa.

Kalian ini pemerintah kota atau perampok Kota Surabaya?” teriaknya.

Ia kemudian menyebut langsung nama Wali Kota Surabaya.

Pak EC, Wali Kota Perampok!” ujar Soleh dalam orasinya.

Pernyataan tersebut merupakan ungkapan dan tudingan Soleh dalam aksi demonstrasi, bukan putusan atau kesimpulan hukum bahwa Wali Kota Surabaya melakukan tindak pidana.

Soleh juga mempertanyakan keberadaan Eri Cahyadi yang tidak menemui massa secara langsung.

Halaman:

Tags

Terkini