daerah

Kopilaborasi Giat Forwas, Dan Dinas Kominfo Juga Anggota DPRD Komisi B Untuk Mengubah Image Desa

Kamis, 23 April 2026 | 14:13 WIB

Sidoarjo Nawacitapost – Diskusinya berlangsung gayeng. Temanya pun menarik. Kopilaborasi, Narasi Desa: Expose Potensi Lewat Cerita dan Karya". Penyelenggaranya adalah Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas).

Acara yang menggandeng Diskominfo dan Komisi B DPRD Sidoarjo itu pun menjadi ruang hangat bagi pemuda membedah strategi memajukan desa di tengah gempuran disrupsi teknologi.

Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan mengajak para pemuda desa utuk kreatif. Apapun harus diakukan agar desa menjadi buah perbincangan. ’’Asal tak melanggar syariat agama dan melanggar undang-undang negara, lakukan saja, “ kata Sullamul Hadi Nurmawan atau yang akrab disapa Mas Wawan itu.

Pemuda, lanjut dia, tak boleh berpangku tangan. Pemuda harus terbebas pikirannya untuk mengembangkan apa yang menarik di desa. ” Pemuda yang lemah itu kalau tak berbuat apa-apa untuk tempat tinggalnya,” terang politikus PKB itu.

"Di Bandung, pemuda tanam hidroponik, diunggah online, langsung diorder restoran tanpa perantara. Omzetnya bisa Rp 20–30 juta. Di desa saya sendiri, kami menciptakan 'Pohon Jomblo' yang akhirnya masuk 50 foto terbaik se-Indonesia," tambah pria 47 tahun itu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Sidoarjo Eri Sudewo yang juga hadir di tengah para pemuda itu mengatakan bahwa pemuda desa harus bersiap secara digital. Ia mengingatkan bahwa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, tenaga manusia akan banyak digantikan oleh Artificial Intelligence (AI).

"Industri mobil sudah pakai robot, taksi sudah ada yang tanpa sopir. Kita harus tingkatkan kompetensi diri agar tidak sekadar jadi penonton di negeri sendiri. Jangan hanya asyik main medsos dan game, tapi asahlah skill menghadapi disrupsi teknologi ini," tegas Eri.

Eri memastikan Pemkab Sidoarjo tidak tinggal diam. Saat ini, hampir seluruh desa di Sukodono dan Sidoarjo telah difasilitasi internet gratis. Ia juga mendorong pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Ketua Forwas H.M Taufik mendorong agar pemuda desa tidak takut memulai langkah kecil, seperti membuat konten atau menulis narasi tentang keunggulan desa. "Pemuda tidak boleh diam. Kalau bergerak lalu salah, tinggal minta maaf. Yang salah itu kalau tidak ngapa-ngapain. Intinya teman-teman muda harus bergerak, dan kami yang tua wajib memfasilitasi," kata Taufik.

Taufik mengusulkan agar lomba-lomba kreatif seperti penulisan cerpen (cerita pendek) atau pembuatan video profil desa rutin digelar untuk memantik perhatian publik terhadap keunikan lokal.

Semakin malam, para pemuda, makin antusias membincangkan potensi desanya. Nita, peserta asal Suko, dengan percaya diri memamerkan prakrasa desanya.Salah satunya menceritakan keberhasilan Kelompok Gabungan Tani (Gapoktan) di wilayahnya yang mengelola kebun pisang dan budidaya ikan secara swadaya.

"Kami merancang kebun hidroponik dan kolam lele-nila yang panen tiga bulan sekali. Di belakang perumahan Safira, kami siapkan tempat memancing dan rekreasi untuk warga," tuturnya.

Dengan kemasan sajian yang santai ala anak muda, tanpa terasa diskusi potensi desa tersebut berlangsung 3 jam. (yun/sud)

Terkini