NAWACITAPOST.COM - Stunting masih menjadi isu penting di Kota Blitar. Untuk itu, diperlukan upaya pencegahan yang lebih masif dan edukasi yang mudah dimengerti oleh masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi, mendorong Pemerintah Kota Blitar untuk gencar mengampanyekan pencegahan stunting.
"Kampanye harus dibuat mudah dicerna masyarakat, seperti melalui video dan gambar informatif," kata Nuhan, usai mengikuti Rembuk Stunting Kota Blitar, Selasa (28/2/2024).
Baca Juga: Pesta Rakyat di Pantai Pasir Kuning Siap Digelar Maret 2024, Ada Perang Ketupat dan Tradisi Ruahan
Nuhan menjelaskan bahwa kurangnya pengetahuan menjadi salah satu faktor penyebab stunting.
"Kampanye yang mudah dicerna dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stunting dan pentingnya gizi seimbang untuk anak," ujarnya.
Nuhan menambahkan bahwa pola asuh juga dapat menjadi faktor penyebab stunting.
"Orang tua yang sibuk bekerja dan menitipkan anaknya kepada orang lain, tanpa memperhatikan asupan gizi anak, dapat menyebabkan stunting," ungkapnya.
Baca Juga: Daftar 7 Tokoh Penerima Gelar Jenderal Kehormatan, Ada SBY dan Luhut
Pemerintah Kota Blitar menargetkan zero stunting. Kampanye yang masif dan edukasi yang mudah dimengerti diharapkan dapat membantu mencapai target tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr Dharma Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya sependapat dengan Nuhan.
"Salah satu penyebab utama stunting di Kota Blitar adalah pola asuh," kata dr Dharma.
Dinas Kesehatan Kota Blitar sedang gencar mengkampanyekan pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri di SMP-SMP untuk mencegah stunting.
Baca Juga: Bikin Heboh! Pemancing Thailand Berhasil Dapatkan Ikan Lele Raksasa Sebesar Sapi Kurban