NAWACITAPOST.COM – Aktivitas pendidikan di SD Negeri Ujung V Surabaya, Kecamatan Semampir, kembali terganggu banjir. Pada hari perdana masuk sekolah, Senin (5/1/2026), upacara bendera terpaksa ditiadakan karena hampir seluruh halaman sekolah tergenang air.
Hasil pantaun dilokasi, genangan setinggi beberapa sentimeter menutup lapangan upacara sejak pagi. Kondisi ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Surabaya Utara sejak malam sebelumnya, diperparah drainase yang tidak berfungsi optimal serta kontur tanah sekolah yang lebih rendah dari lingkungan sekitar.
Kepala SDN Ujung V Surabaya, Darminto, menyebut banjir di lingkungan sekolah sudah menjadi persoalan menahun yang selalu muncul setiap musim hujan.
“Setiap hujan pasti menggenang. Lapangan tidak bisa dipakai untuk upacara, olahraga, maupun kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Hari pertama sekolah seharusnya upacara dan senam, tapi tidak bisa dilaksanakan karena becek dan banjir,” ujarnya.
Meski kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, pihak sekolah harus melakukan sejumlah penyesuaian demi keselamatan siswa, termasuk membatasi aktivitas di area yang tergenang.
Darminto menjelaskan, genangan disebabkan saluran pembuangan air yang minim, sistem irigasi yang tidak berjalan, serta daya serap tanah yang rendah. Kondisi tersebut, kata dia, telah terjadi sejak sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah sekitar sembilan bulan lalu.
Selain banjir, pihak sekolah juga mengeluhkan kondisi bangunan sayap kiri yang dinilai rawan roboh saat angin kencang. Gedung tersebut diharapkan dapat direhabilitasi dan difungsikan sebagai ruang serbaguna untuk kegiatan keagamaan, seni, dan aktivitas siswa.
Keluhan tersebut mendapat perhatian anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, yang menilai genangan di lingkungan sekolah harus menjadi prioritas penanganan.
“Kalau jalan tergenang mungkin dianggap biasa, tapi kalau sekolah sampai banjir, responnya harus secepat-cepatnya. Ini tempat anak-anak menuntut ilmu, jangan sampai proses belajar mengajar terganggu, apalagi di hari pertama masuk sekolah,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlambatan penanganan berpotensi menimbulkan kesan buruk bagi siswa dan orang tua, terlebih SDN Ujung V berada di wilayah dengan kondisi sosial ekonomi yang relatif rentan.
“Justru di wilayah seperti ini pendidikan harus dimajukan agar bisa memutus rantai kemiskinan,” imbuh Imam.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, memastikan penanganan darurat akan segera dilakukan selama musim hujan masih berlangsung.
“Hujan semalam cukup tinggi. Begitu ada laporan, langsung saya perintahkan tim untuk cek ke lapangan. Emergency ini harus segera diselesaikan agar aktivitas sekolah tidak terganggu,” ujarnya.
Selain langkah darurat, Dispendik Surabaya juga akan meninjau rencana perbaikan jangka menengah dan panjang, termasuk kemungkinan pekerjaan fisik pada tahun anggaran mendatang, agar persoalan banjir tidak terus berulang. ***