daerah

DSDABM Surabaya Fokus Atasi 245 Titik Banjir di Tahun 2024

Senin, 26 Februari 2024 | 06:20 WIB
Percepatan Penanganan Banjir: DSDABM Surabaya Menuju Penyelesaian 245 Titik Banjir (Pemkot Surabaya)

NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah berupaya keras untuk mengatasi masalah banjir yang kerap mengganggu warga. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya membidik sebanyak 245 titik banjir yang akan segera ditangani dalam tahun 2024 ini.

Kepala DSDABM Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengungkapkan bahwa titik-titik banjir tersebut tersebar di berbagai wilayah, terutama di Surabaya barat dan selatan.

Di Surabaya barat, perhatian utama saat ini tertuju pada Pondok Benowo Indah (PBI), Jalan Tengger, dan Pakal Madya.

Baca Juga: Harga Pangan Naik tak Terbendung, Cakji: Pemkot Upayakan Stabilisasi

"Dukuh Kupang juga menjadi prioritas kami karena kondisi tanah di sana lebih rendah dari jalan. Jadi, saat terjadi banjir, dampaknya sangat terasa," jelas Syamsul.

Langkah konkret yang akan segera dilakukan adalah pembangunan tanggul di kawasan Dukuh Kupang untuk mengalihkan aliran air menuju saluran di sekitar makam Jarak.

Meskipun demikian, Syamsul menegaskan bahwa sebagian besar dari 245 titik banjir tersebut sudah mulai teratasi. Hal ini disebabkan oleh pembesaran kapasitas saluran selama masa kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi.

Baca Juga: Anggota Komisi A Josiah Michael Terus Awasi Perhitungan Suara di Kecamatan

Namun, masih ada masalah baru yang muncul, terutama terkait dengan sampah yang menyumbat saluran dan rumah pompa.

Untuk mengatasi hal ini, DSDABM Surabaya telah membentuk satgas yang bertugas untuk melakukan pemantauan dan membersihkan saluran serta rumah pompa secara rutin.

Selain itu, program Surabaya Bergerak bersama warga juga terus digerakkan untuk melibatkan masyarakat dalam membersihkan saluran dan mengurangi sedimentasi yang dapat mengganggu aliran air.

Baca Juga: Siswa Surabaya, Yuk Daftar Paskibraka 2024! Ini Link nya

Melalui kerja bakti tersebut, masyarakat tidak hanya ikut serta dalam membersihkan saluran, tetapi juga membantu dalam pengerukan sedimen yang dapat mengurangi daya tampung saluran saat terjadi hujan.

Dengan demikian, upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di Kota Surabaya. ***

Tags

Terkini