daerah

Bagas & Cahyo Dampingi Korban Kebakaran Jemursari: "Gotong Royong Jadi Kekuatan Kita"

Jumat, 19 September 2025 | 20:40 WIB

NAWACITAPOST.COM – Suasana duka masih terasa di kawasan padat penduduk Jemursari RT 04 RW 03, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Wonocolo, usai kebakaran besar yang terjadi Jumat (19/9/2025). Musibah itu meluluhlantakkan tujuh rumah dan membuat tujuh kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Di tengah kepedihan warga, dua legislator hadir memberikan dukungan. Bagas Imam Waluyo, Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra, bersama Cahyo Harjo Prakoso, Anggota Komisi E DPRD Jatim, turun langsung ke lokasi untuk menyapa korban dan memberi semangat.

“Kami datang bukan hanya membawa rasa prihatin, tapi juga memastikan bantuan dari pemerintah tersalurkan dengan baik. Mulai logistik, rehabilitasi, hingga rencana pembangunan kembali akan terus kami kawal,” ujar Bagas.

Selain berdialog dengan korban, keduanya juga memberikan apresiasi kepada relawan dan warga sekitar yang bahu-membahu membantu. Menurut Bagas, nilai gotong royong yang muncul pascainsiden ini adalah harta berharga bangsa.

“Banyak warga menampung tetangganya yang kehilangan rumah. Inilah kekuatan kita: solidaritas dan kebersamaan,” tegasnya.

Sejak awal kejadian, BPBD Surabaya bersama perangkat kecamatan dan kelurahan langsung menyalurkan bantuan darurat. Dinas Sosial Jatim juga bergerak cepat menyediakan logistik, pakaian, serta kebutuhan sehari-hari.

“Kolaborasi pemerintah kota, provinsi, hingga pusat sudah berjalan. Bantuan makanan, sandang, hingga program trauma healing akan terus diberikan agar warga bisa pulih secara fisik dan mental,” jelasnya.

Bagas menambahkan, pembangunan hunian sementara masih menunggu kepastian regulasi karena rumah yang terbakar berdiri di lahan kontrakan.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemilik lahan supaya solusi yang diambil sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari,” ungkapnya.

Hingga kini, donasi masyarakat mencapai sekitar Rp50 juta. Dana tersebut dikelola bersama Baznas untuk mempercepat pembangunan hunian.

“Alhamdulillah, dukungan masyarakat sangat luar biasa. Harapan kami, rumah sementara bisa segera terwujud,” kata Bagas.

Selain fokus pada penanganan korban, Bagas menekankan pentingnya edukasi mitigasi kebakaran di kawasan padat penduduk. Program Desa Tangguh Bencana (Destana) milik BPBD menurutnya harus diperluas.

Ia juga mengapresiasi kecepatan tim Damkar Surabaya yang hanya butuh tujuh menit untuk tiba di lokasi.

“Respons cepat Damkar mencegah api meluas dan menekan potensi korban jiwa. Ini patut kita apresiasi,” pungkas Bagas. ***

Tags

Terkini