daerah

Siti Atikoh Diskusikan Beasiswa dan Pendidikan Tinggi dengan Generasi Milenial Blitar

Minggu, 28 Januari 2024 | 12:11 WIB
Siti Atikoh Diskusikan Beasiswa dan Pendidikan Tinggi dengan Generasi Milenial Blitar (Dok. Humas)

NAWACITAPOST.COM - Istri Calon Presiden (Capres) Siti Atiqoh menggelar dan mengajak diskusi bagi generasi milenial dan Gen-Z saat kunjungannya di Kota Blitar, pada Jumat (26/1/2024).

Kegiatan diskusi yang digelar di pelataran Makam Bung Karno itu, dia menerima keluhan tentang beasiswa hingga curhatan perempuan akan pentingnya pendidikan tinggi.

Keluhan itu datang dari mahasiswa tentang beasiswa di kampusnya yang cukup sedikit, sehingga akses pendidikan tinggi bagi warga miskin dianggapnya tidak merata.

Begitu pula seorang siswa SMA yang mengutarakan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), di mana siswa tergolong kaya mendapatkan, sedangkan yang kurang mampu tidak dapat beasiswa.

Baca Juga: Jumat Curhat, Kapolres Blitar Kota Sambangi Karyawan Pabrik Triplek PT Tri Tunggal Laksana, Beri Pesan Kamtibmas

Dalam diskusi ini, Istri Capres Ganjar Pranowo menyambut baik para generasi muda Blitar yang peduli akan pentingnya pendidikan. Permasalahan beasiswa di sini disebabkan kurang baiknya pendataan, yang membuat beasiswa tidak tepat sasaran.

Akan teratasi dengan program KTP Sakti jika Ganjar-Mahfud terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, dan program satu sarjana di keluarga miskin.

“KTP Sakti bisa meminimalisir karena bisa diupdate terus menerus, kemudian datanya juga terintegrasi, semua data penerima program bantuan pemerintah ada di situ mulai dari pendidikan, kesehatan, bansos seperti PKH, pupuk petani, solar nelayan. Cukup satu kartu bisa mengatasi semuanya yang terkait permasalahan karena data,” jelas Atikoh seusai diskusi.

Baca Juga: Syukuran Puncak Hari Bhakti Imigrasi ke-74 : Mempererat Kekompakan Jajaran Imigrasi Kalsel

Tentang pendidikan tinggi bagi perempuan, calon ibu negara ini memberikan bantahannya terhadap anggapan bahwa tugas perempuan pada akhirnya hanya di dapur.

Justru, perempuan berpendidikan tinggi menjadi penting untuk membentuk karakter anak bangsa. Dikatakannya, madrasah pertama dari anak adalah dari seorang ibu.

“Tadi ada yang curhat buat apa sih perempuan pendidikan tinggi kalau akhirnya ke dapur juga, saya katakan pemberdayaan perempuan itu tiang negara. Dibutuhkan perempuan-perempuan yang berkualitas agar negara juga semakin kuat. Dengan pendidikan tinggi, perempuan-perempuan bisa mandiri, dan dia juga memiliki bargaining position yang tinggi juga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Atikoh menyatakan hasil diskusi dengan masyarakat di daerah ini nanti akan disampaikannya langsung ke Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Kakanwil Ingin Hadirkan Kantor Imigrasi di Kabupaten/Kota Sulsel

Halaman:

Tags

Terkini