daerah

Abdul Ghoni: Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Wujud Cinta pada Sesama

Jumat, 6 Juni 2025 | 21:44 WIB
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am saat memimpin langsung khutbah salat Idul Adha 1446 H di Masjid Besar Labansari, Jumat (6/6/2025) (Istimewa-Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Niam, memimpin langsung khutbah salat Idul Adha 1446 H di Masjid Besar Labansari, Jumat (6/6/2025). Selain menjadi khatib, Ghoni juga menyerahkan beberapa ekor kambing dan sapi sebagai hewan kurban yang dibagikan kepada masyarakat sekitar, khususnya warga kurang mampu.

Dalam khutbahnya, Abdul Ghoni menekankan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan, tapi momen untuk memperkuat ketaatan kepada Allah dan kepedulian sosial.

“Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail adalah pelajaran penting tentang keikhlasan dan kepedulian. Itu yang harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan jamaah.

Baca Juga: Parkir Pegirian Ditertibkan, Komisi C: Demi Kenyamanan Peziarah dan Kelancaran Kota

Ia menegaskan, ibadah kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat egois dan sikap tidak peduli terhadap sesama.

“Kurban mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Ini soal menyembelih ego kita sendiri,” tegas Ghoni.

Setelah pelaksanaan salat, ia memimpin langsung proses pembagian daging kurban bersama para relawan dan tokoh masyarakat. Ghoni ingin memastikan distribusi berjalan adil dan tepat sasaran.

Ia juga menyampaikan bahwa pemimpin yang baik harus rela berkorban demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Kawasan Perumahan Darmo : Museum dan Laboratorium Arsitektur Kolonial Modern di Surabaya

“Pemimpin harus berani mengorbankan kenyamanan pribadinya untuk rakyat. Itulah makna pengabdian,” tambahnya.

Di sela pembagian daging, Abdul Ghoni juga menyempatkan berdialog langsung dengan warga untuk mendengar aspirasi dan keluhan mereka. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. ***

 

Tags

Terkini