daerah

Transportasi Publik Surabaya Defisit, Josiah Michael: Stop Andalkan APBD, Dishub Harus Lebih Kreatif

Jumat, 6 Juni 2025 | 20:15 WIB
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Josiah Michael (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM – Sistem transportasi publik Kota Surabaya masih menghadapi tantangan serius. Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Josiah Michael, menilai pengelolaan layanan seperti Suroboyo Bus dan feeder Wira-Wiri masih belum efisien karena terus bergantung pada subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Saat ini pengoperasian Suroboyo Bus dan Wira-Wiri masih defisit, jadi masih ditambal dengan subsidi dari APBD," ujar Josiah saat diwawancarai, Kamis (6/6).

"Kalau begini terus, jangan harap transportasi publik bisa berjalan dengan bagus dan normal," tambahnya.

Baca Juga: Kesadaran Warga Meningkat, Jasa Potong Kurban di RPH Surabaya Tembus 190 Ekor

Josiah menyebut, subsidi transportasi publik dari APBD mencapai lebih dari Rp100 miliar per tahun, dan menurutnya jumlah ini bisa ditekan jika Dinas Perhubungan Kota Surabaya lebih kreatif dalam mencari pemasukan.

"Dishub harus kreatif. Banyak hal bisa dilakukan, salah satunya dengan menggandeng swasta melalui iklan. Halte dan bus bisa jadi media iklan, baik di luar maupun di dalam," tegasnya.

Josiah menilai upaya Pemerintah Kota untuk mencari solusi alternatif masih belum menunjukkan hasil.

Baca Juga: Ada Dugaan Menyunat Usia Vital Bangunan Dengan Menggunakan Pisau Tajam IMB 1989

"Selama ini mungkin Pemkot sudah berupaya, tapi kita belum lihat hasilnya. Hari ini kondisinya masih sama saja, belum ada perubahan signifikan."

Menurutnya, anggaran subsidi seharusnya bisa dialihkan untuk pengembangan trayek dan penambahan armada, bukan hanya menambal defisit operasional.

"Kalau subsidi bisa ditekan, anggarannya bisa dipakai untuk membuka trayek baru, tambah bus, dan meningkatkan pelayanan."

Baca Juga: Komisi D: Rumah Sakit Eka Candrarini Masih Bebani APBD Surabaya

Josiah juga menyoroti buruknya infrastruktur pendukung transportasi publik, seperti halte tanpa fasilitas penyeberangan dan pedestrian yang tidak ramah pengguna.

"Coba dicek, berapa halte yang di sekitarnya enggak ada zebra cross atau jembatan penyeberangan? Orang yang mau nyebrang harus bertaruh nyawa."

Ia juga menyoroti ketiadaan lahan parkir di sekitar halte yang menyulitkan warga dari perumahan untuk mengakses moda publik.

Halaman:

Tags

Terkini