daerah

Harkitnas Bukan Seremoni, Cak YeBe Desak Pemerintah dan Warga Wani Berubah

Selasa, 20 Mei 2025 | 16:16 WIB
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab disapa Cak YeBe. (Istimewa-Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 yang jatuh pada 20 Mei 2025, Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab disapa Cak YeBe, mengajak masyarakat untuk memaknai semangat perjuangan dengan tindakan nyata yang membumi.

Lewat unggahan fotonya yang mengenakan seragam Komisi A lengkap dengan bendera Merah Putih dan lambang DPRD, Cak YeBe tampil menyuarakan semangat nasionalisme dengan sentuhan khas Suroboyoan. Ia melengkapi pesan moralnya dengan parikan lokal yang menggelitik, namun sarat makna.

“Jare semongko tanpo biji, nek arek Suroboyo yo kudu wani,” demikian parikan yang disisipkan dalam unggahannya. Parikan tersebut menggambarkan pentingnya keberanian dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga: SPMB dan BPJS Kesehatan Dikeluhkan Warga Asemrowo, Johari Mustawan Siap Kawal Aspirasi

Dalam keterangannya pada Selasa (20/5/2025), Cak YeBe menekankan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen reflektif untuk menumbuhkan semangat kejujuran, integritas, dan keberanian di tengah kompleksitas sosial-politik saat ini.

“Wani bangkit kanggo Suroboyo sing luwih apik dan luwih bersih. Maka semua warga kota sak pemimpine kudu wani. Wani opo? Wani gak korupsi, wani gak kolusi, wani gak nepotisme,” tegas politisi yang dikenal vokal itu.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kebangkitan harus dilakukan secara kolektif, terutama oleh para penyelenggara pemerintahan dan pelayan publik. Menurutnya, tanggung jawab moral tidak bisa ditunda atau hanya dilakukan dalam momentum tertentu.

Baca Juga: 'Gonjang-ganjing' PDIP Surabaya: Eri Cahyadi Gusar, Pertemuan Tanpa Pengurus DPC

“Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar sejarah, tapi juga tanggung jawab moral untuk tetap gas pol pantang kendor dalam melayani masyarakat,” ujar Cak YeBe.

Ia pun kembali menyisipkan parikan untuk menutup pesannya. “Tuku jemblem nang kandangan, ojo sampek mlempem, tetep jaga semangat perjuangan.” Bagi Cak YeBe, parikan ini menggambarkan karakter masyarakat yang sederhana, namun menyimpan semangat besar untuk bangkit.

“Semangat perjuangan itu tidak lahir dari kemewahan, tapi dari hati yang ikhlas, tekad yang kuat, dan keberanian yang tulus. Mari kita rawat kebangkitan ini bersama-sama, dari hal yang kecil hingga yang besar,” pungkasnya. ***

Tags

Terkini