“Dibanding daerah lain, kita memiliki keterbatasan lahan. Tetapi kita masih bisa berkontribusi nomor delapan (8) dalam pangan nasional. Artinya, kekhawatiran dunia tentang pangan kita memiliki potensi di sana,” papar Al Muktabar.
“Pangan menjadi tumpuan kita ke depan, artinya basis kinerja agro,” tambahnya.
Masih menurut Al Muktabar, infrastruktur Kabupaten Lebak terus membaik. Salah satunya Jalan Tol Serang - Panimbang yang sedang dibangun, pemanfaatan tata ruang 2023 - 2043 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2025 - 2045, menjadi harapan ke depan dalam rangka membangun Kabupaten Lebak.
“Kabupaten Lebak ke depan, di antara harapannya adalah basis-basis agro. Ada banyak contoh negara atau daerah yang begitu kuat sistem agronya masyarakatnya makin sejahtera,” ungkapnya.
“Kita juga membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pentingnya kita dalam rangka Indonesia Emas 2045. Kita memiliki bonus demografi, sumber daya manusia yang cukup banyak di usia kerja dan di usia produktif. Itu yang perlu kita tata kelolakan terus sehingga pencapaian kesejahteraan masyarakat bisa makin kita wujudkan bersama. Harus pentahelix, harus kita giatkan secara komprehensif,” tambah Al Muktabar.
Dipaparkan, dengan terbukanya akses Tol Serang - Panimbang, kawasan wilayah selatan Provinsi Banten terbuka luas. Sehingga tinggal membangun sirip-siripnya untuk membuka akses ke kawasan-kawasan yang memiliki potensi agro. Hak Guna Usaha (HGU) yang terlantar diformulasikan menjadi bank tanah bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
“Beberapa sudah bergulir, seperti Banten Preanger ada yang diformulasikan dikembalikan ke negara dan untuk rakyat. Diberikan ruang bagi yang ingin memanfaatkannya dari jenis-jenis berbasis agro yang akan dikembangkan,” ungkapnya.
“Kabupaten Lebak potensi agronya luar biasa. Sawah luar biasa. Positioning industri dengan agro seimbang. Banyak negara yang menekuni bidang pertanian luar biasa,” tambah Al Muktabar.