Senin, 1 Juni 2026

Cheng Yu, Pilihan Hidup Armuji Wakil Wali Kota Surabaya, Semangat Belajar Tanpa Henti

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 28 Januari 2025 | 14:08 WIB

NAWACITAPOST.COM – Posisi wakil kepala daerah di Indonesia sering dianggap sebagai peran yang cenderung pasif. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Lahir pada 8 Juni 1965, Armuji berhasil membangun sinergi yang luar biasa dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Kolaborasi keduanya bahkan layak dijadikan contoh bagi kepala daerah lain di seluruh Indonesia.

Armuji aktif memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satu video unggahannya bahkan telah ditonton hingga 36,3 juta kali. Ia menjadikan permasalahan kota sebagai konten yang viral, mengemasnya dengan cara yang kreatif dan menarik perhatian. Tidak hanya itu, Armuji membuka pintu rumah dinasnya sebagai "Rumah Aspirasi" bagi warga Surabaya setiap Selasa pagi, tempat di mana berbagai persoalan kota dicari solusinya bersama.

Filosofi hidup Armuji sangat terinspirasi oleh pepatah Tionghoa yang bersumber dari kitab kuno I Ching (易经), yakni "厚德载物" (hou de zai wu), yang berarti seorang pemimpin berakhlak mulia mampu merangkul semua orang. Baginya, seorang pemimpin harus selesai dengan dirinya sendiri agar dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

Dalam aktivitasnya, Armuji banyak dibantu oleh generasi muda yang kreatif. “Anak-anak muda lebih memahami media sosial, jadi kolaborasi itu penting. Mereka harus dirangkul,” ujar mantan Ketua DPRD Surabaya dua periode ini.

Dengan usianya yang hampir mencapai 60 tahun, Armuji menunjukkan semangat yang tak pernah padam, seolah menjalankan pepatah 老骥伏枥,志在千里 (lǎo jì fú lì, zhì zài qiān lǐ), yang bermakna seekor kuda perang tua tetap bertekad untuk berlari sejauh seribu mil.

Pepatah tersebut berasal dari karya sastra klasik Tiongkok, Tiga Puluh Enam Puisi Lima Karakter (五言诗) karya Cao Cao (曹操), seorang politikus, penyair, sekaligus panglima perang di masa Tiga Kerajaan (220–280 M). Filosofi ini mengingatkan kita bahwa usia tidak pernah menjadi halangan untuk mengejar impian dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Armuji juga terinspirasi oleh ajaran Konfusius dalam kitab Lunyu, yakni 学而不厌 (xue er bu yan), yang berarti belajar tanpa merasa jemu. Dengan semangat belajar yang tak pernah redup, ia menunjukkan bahwa proses belajar adalah perjalanan seumur hidup. Setiap pelajaran yang ia ambil menjadi warisan berharga yang menginspirasi banyak orang. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini