Selasa, 23 Juni 2026

Lakukan Survey Kesehatan, Pemkab Majalengka Targetkan Prevalensi Stunting Turun

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 22:39 WIB
Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Majalengka Evi Fachlaeli saat mengecek kesehatan balita
Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Majalengka Evi Fachlaeli saat mengecek kesehatan balita

Majalengka, NAWACITAPOS.COM– Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka mempersiapkan pelaksanaan survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 untuk mengukur prevalensi stunting di daerah tersebut.

Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, angka stunting di Majalengka tercatat sebesar 24,1 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Evi Fachlaeli menyatakan, target untuk 2024 menurunkan angka stunting menjadi 16 persen.

"Kami berharap survei tahun ini dapat menunjukkan penurunan yang signifikan," ungkap Evi Fachlaeli, Kamis (10/10/2024).

Evi juga meminta partisipasi masyarakat dan semua stakeholder untuk mendukung pelaksanaan survei ini, terutama di 78 blok sensus yang telah ditentukan.

"Kerja sama dari berbagai pihak penting agar kegiatan survei ini dapat berjalan dengan lancar dan hasilnya dapat digunakan untuk menurunkan angka stunting," ucapnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka berharap, dengan dukungan semua pihak target penurunan angka stunting dapat tercapai demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di daerah ini.

"Dengan langkah-langkah pencegahan yang terencana dan dukungan dari semua pihak, kami yakin dapat mencapai target penurunan angka stunting menjadi 16 persen," tegasnya.

Langkah langkah strategis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, lanjut Evi, ialah sebagai berikut :

1. Minum Tablet Tambah Darah: Remaja putri diimbau untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah guna mencegah anemia.

2. Pemeriksaan Kesehatan Pra-Kehamilan: Calon ibu disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan agar siap menjalani kehamilan.

3. Nutrisi Seimbang: Selama masa kehamilan, ibu hamil harus memastikan asupan makanan yang bergizi, termasuk protein hewani.

4. ASI Eksklusif: Bayi dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, diikuti dengan makanan pendamping bergizi.(Defri Ardiansyah)

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

Gaji Sekda Kota Surabaya Tertinggi se-Indonesia?

Senin, 22 Juni 2026 | 15:58 WIB