NAWACITAPOST.COM - Sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, para Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK-UWKS) kembali turun serta merta memberikan pengabdiannya kepada masyarakat.
Kali ini diwujudkan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi pada 80 an siswa-siswi kelas I dan II SDN Putat Jaya I/377 Surabaya, Kamis (21/3/2024).
Ditemui usai kegiatan, Drg. Theodora, Sp. Ort., menyampaikan pentingnya memberikan wawasan dan edukasi mengenai cara mencegah karies gigi dalam upaya meningkatkan gizi anak usia 6-8 tahun.
"Karies atau gigi berlubang, banyak terjadi pada anak-anak. Hal ini banyak dipengaruhi oleh pola makan anak-anak yang suka makan makanan yang manis tanpa disertai membersihkan gigi dengan baik dan benar," papar Drg. Theodora, yang juga merupakan Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).
Dampak Karies terhadap Kesehatan Anak, menurut spesialis Ortodontis ini, tidak hanya menyebabkan kerusakan gigi, tetapi juga berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
"Ketika anak mengalami karies, seringkali mereka merasa sakit gigi. Rasa sakit ini membuat mereka susah makan, terutama makanan yang bersifat keras atau dingin," jelasnya.
Kondisi ini, katanya, secara langsung berpengaruh terhadap status gizi anak. "Anak yang giginya berlubang dan sakit cenderung menghindari makan, yang akhirnya menyebabkan kurangnya asupan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal," papar Drg. Theodora.
"Kondisi gigi yang buruk dapat menghambat anak dalam mendapatkan gizi yang cukup, yang sangat penting untuk tumbuh kembang mereka," tambahnya.
Untuk mencegah terjadinya karies, Drg. Theodora memberikan beberapa tips yang bisa diterapkan oleh orang tua dan anak-anak:
1. Menyikat Gigi Secara Teratur: Pastikan anak-anak menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluorida untuk membantu melindungi gigi dari karies.
Baca Juga: Pengmas UWKS di Gunung Anyar: Fokus pada Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting dan Maloklusi
2. Mengurangi Konsumsi Makanan Manis: Batasi pemberian permen, cokelat, dan minuman bersoda kepada anak-anak. Gantikan dengan buah-buahan segar yang lebih sehat.