berita-peristiwa

Asap Mencekik Paru-Paru, Kabut Asap Pekat Karhutla Kian Kritis Selimuti Palembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 13:10 WIB
Warga Palembang, Sumsel keluhkan kabut asap imbas karhutla yang makin menebal. (Threads/wisnu.ks - jerrydoanx)

NAWACITAPOST.COM — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, dengan tingkat keparahan yang kian mengkhawatirkan.
 
Fenomena ini tidak hanya memangkas jarak pandang secara drastis, tetapi juga mulai mengancam kesehatan masyarakat, memicu gelombang keluhan dari warga yang merasa terisolasi dalam ruang udara yang makin tidak sehat.

Di media sosial, jeritan ketakutan dan keputusasaan masyarakat Palembang kian masif menyuarakan kondisi udara yang kian mengancam jiwa.
 
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Merah Putih: Listyo Sigit Merapat ke Istana Gantikan Dudung Abdurachman
 
Luapan kekhawatiran warga menggambarkan betapa mencekiknya kualitas udara yang harus mereka hirup setiap hari.

“Tolong perhatikan keselamatan warga, Pak/Bu Pemerintah. Palembang sudah sesak oleh asap Karhutla! Api terus membakar lahan dan asapnya makin mencekik paru-paru kami,” tulis salah satu warga dalam akun Threads-nya, @bil*******4 pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Dampak buruk racun asap karhutla ini paling nyata menghantam kelompok rentan, khususnya anak-anak. Fasilitas kesehatan dan apotek lokal dilaporkan mulai dipadati oleh orang tua yang membawa buah hati mereka akibat infeksi saluran pernapasan.

“Palembang makin malam makin kelabu, tadi mampir ke apotek terus lihat banyak banget anak-anak yang berobat. Rata-rata batuk, sedih banget lihatnya. Bagaimana ini penanganannya buat yang terdampak?” tulis akun @sep****r.

Kondisi paparan asap yang terus memburuk dari hari ke hari ini kian mengikis ketahanan fisik warga dewasa sekalipun, menciptakan ancaman kesehatan serius yang memerlukan intervensi darurat.
 
Baca Juga: Usai Pergantian Kapolri Disetujui DPR, Listyo Sigit Sebut Akan Dilantik Jadi KSP

“Ini Palembang pas hari Jumat, 2 Oktober 2026. Semakin hari semakin parah, amat sangat berbahaya bagi paru-paru kami jika terus-terusan begini. Saya yang sudah dewasa pun sesak sekali karena menghirup asap, apalagi anak kecil,” ungkap @int********a.

Tingginya eskalasi kabut asap di wilayah ini sejalan dengan lonjakan kasus kebakaran yang ditangani oleh pihak berwenang di lapangan.
 
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palembang, Sumatera Selatan, mencatat 396 kejadian kebakaran sepanjang September 2026.

Dari total kejadian, sebanyak 345 kasus merupakan karhutla, sementara sisanya adalah kebakaran permukiman yang mayoritas disebabkan korsleting listrik.
 
Baca Juga: Heboh! Presiden Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Komjen Suyudi Ario Seto Ditunjuk Jadi Pengganti

Menanggapi krisis yang terus meluas, pengerahan sumber daya manusia dilakukan secara maksimal guna menahan laju kebakaran.
 
Damkarmat juga mengerahkan 800 personel yang ditempatkan di delapan posko yang bekerja dalam tiga shift selama 24 jam untuk memastikan penanganan kebakaran lahan maupun permukiman.

Tags

Terkini