berita-peristiwa

Api Mengamuk, Armada Damkar Padangsidimpuan Terbukti 'Ompong' Tanpa Anggaran!

Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB

NAWACITAPOST.COM — Sebuah ironi memilukan sekaligus memalukan tersaji di balik puing-puing kebakaran hebat yang menghanguskan gudang barang bekas milik Albert Harahap di Jalan Sutan Soripada Mulia (Simpang Simarsayang), Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, pada Kamis (28/5/2026). Di saat si jago merah mengamuk tak terkendali, garda terdepan penyelamat kota—Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padangsidimpuan—justru dipaksa bertempur dengan "senjata" yang rusak parah dan tak layak pakai.

Di lapangan, heroisme para petugas pemadam kebakaran yang bertaruh nyawa mendadak runtuh bukan karena kurangnya keberanian, melainkan karena peralatan yang mereka bawa telah berubah menjadi rongsokan tak berguna.

Drama Kegagalan Teknis di Tengah Kobaran Api

Warga yang memadati lokasi kejadian hanya bisa mengurut dada menyaksikan drama kegagalan teknis yang fatal. Alih-alih menjinakkan api, armada Damkar justru memperlihatkan pemandangan yang menyedihkan:

Baca Juga: Ketua Sinode GKB Ps Ruyandi Hutasoit: Gereja Hadir Bukan Jadi Penonton, tapi Mengubah Nasib Bangsa!

  • Selang Bocor Massal: Air yang seharusnya menyembur ke arah lidah api justru memancar liar ke jalanan akibat kondisi selang yang getas dan bolong-bolong.
  • Mesin Mati Mendadak: Mesin pompa penyedot air berulang kali macet dan mati sendiri, membuang waktu-waktu krusial saat api sedang berada di puncak keganasannya.
  • Tekanan Air Loyo: Pancaran air yang dihasilkan sangat lemah, sama sekali tidak mampu menjangkau titik api di bagian atas bangunan.

Akibat performa alat yang lumpuh ini, proses pemadaman berjalan lambat. Api dengan leluasa meluluhlantakkan hampir seluruh isi gudang. Kerugian besar tak terhindarkan, memicu gelombang amarah dan tanya dari masyarakat: Ke mana perginya uang rakyat untuk pemeliharaan alat keselamatan ini?

"Pemko bisa mengaku butuh uang ratusan miliar untuk 'kerusakan rumah' yang sebagian besar bohong, tapi untuk beli selang baru dan servis mesin damkar saja tidak ada dana? Ini jelas ada yang tidak beres," ujar salah satu warga di lokasi.

Anggaran Nyaris Nihil, Dugaan Korupsi Menyengat Tajam

Kejanggalan ini membuka tabir hitam di balik layar birokrasi Pemko Padangsidimpuan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran yang dialokasikan khusus untuk operasional, pemeliharaan, dan pengadaan peralatan Damkar ternyata nyaris nihil alias kosong melompong.

Baca Juga: Surga Tersembunyi yang Dianaktirikan: Potensi Kelas Dunia Pantai Binasi Sorkam Terancam Layu Sebelum Berkembang

Fakta ini terasa sangat janggal mengingat Padangsidimpuan adalah daerah yang rawan bencana dan kebakaran. Namun yang terjadi di lapangan, armada yang disiagakan sudah tua renta, suku cadang dibiarkan aus, dan truk pemadam kerap mogok bahkan sebelum sampai ke lokasi kejadian.

Dugaan publik kini mengarah pada satu muara: Korupsi. Publik langsung mengaitkan ambruknya fasilitas Damkar ini dengan sorotan tajam yang belakangan mendera Pemko Padangsidimpuan terkait kasus rekayasa data bencana dan dugaan penyelewengan dana ratusan miliar rupiah. Muncul kecurigaan kuat bahwa anggaran vital untuk keselamatan publik sengaja dialihkan, ditahan, atau diduga "dilahap" untuk kepentingan oknum tertentu.

Keselamatan Warga Dipertaruhkan

Tragedi di Simpang Simarsayang bukan lagi sekadar masalah kelalaian administrasi, melainkan sebuah ancaman nyata terhadap nyawa dan harta benda seluruh warga kota.

Masyarakat Padangsidimpuan kini menolak bungkam dan tidak mau lagi menerima alasan klasik "keterbatasan dana". Ketika aroma penggelembungan anggaran di sektor lain sudah tercium menyengat, rakyat kini menuntut jawaban tegas: Di mana anggaran Damkar? Apakah ikut raib bersama rekayasa data bencana yang sedang diselidiki?

Kota ini butuh perlindungan, bukan armada usang yang dibiarkan sekarat di tengah ancaman petaka.(Lesmanan.H)

Tags

Terkini