berita-peristiwa

Adonara Membara: "Perang Tak Hasilkan Pemenang, Hanya Dendam Sejarah!"

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:58 WIB
Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, ketika memimpin pertemuan Kepala Desa Waiburak, Muhamad Saleh dan Kepala Desa Narasaosina Yandris Toland di Kantor Camat Adonara Timur, Flores Timur. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Suasana di Kantor Camat Adonara Timur pada Senin (11/5/2026) terasa mencekam namun sarat harapan. Di bawah kawalan ketat aparat gabungan TNI, Polri, hingga Brimob Polda NTT, sebuah pertemuan krusial digelar demi menghentikan pertumpahan darah yang kembali menghantui tanah Adonara.

Ignasius Boli Uran Wakil Bupati Flores Timur, berdiri dengan nada suara bergetar namun tegas di hadapan dua pemimpin desa yang bertikai: Muhamad Saleh Kepala Desa Waiburak, dan Yandris Toland Kepala Desa Narasaosina, Di tengah luka sosial yang menganga akibat konflik wilayah, Ignasius menyampaikan peringatan keras yang mengguncang nurani.

"Hentikan Kegilaan Ini!"

Dalam orasinya yang emosional, Ignasius menegaskan bahwa tidak ada kejayaan dalam sebuah peperangan antar-saudara.

"Perang itu tidak menghasilkan pemenang! Yang ada hanya kehancuran materi dan meninggalkan dendam sejarah yang kelam," seru Ignasius di hadapan pimpinan DPRD, aparat keamanan, dan para tetua adat yang hadir.

Baca Juga: Benteng Terakhir di Jantung Minas: LAN Siak Kobarkan Perang Total Lawan Narkoba

Ia mengingatkan bahwa di balik deru konflik, ada hubungan kekeluargaan dan sejarah persaudaraan yang sedang dikhianati. Pemerintah, tegasnya, tidak akan lagi menoleransi provokator yang bersembunyi di balik bayang-bayang untuk memicu bentrokan.

Peringatan Terakhir: Dialog atau Hukum?

Pemerintah Kabupaten Flores Timur kini mengambil posisi "tidak main-main". Ignasius memberikan ultimatum bagi siapapun yang masih mencoba menghasut massa:

  • Lapor atau Ditindak: Masyarakat diminta aktif melaporkan provokator. "Jangan sembunyi-sembunyi!" tegasnya.
  • Buktikan dengan Fakta, Bukan Parang: Perselisihan hak ulayat harus diselesaikan dengan dokumen sejarah dan bukti otentik, bukan dengan kekerasan.
  • Langkah Tegas Aparat: Jika imbauan pemerintah diabaikan, aparat penegak hukum siap mengambil langkah represif demi keamanan wilayah.

Titik Balik Rekonsiliasi

Meski dibayangi ketegangan, secercah cahaya muncul saat kedua Kepala Desa, Muhamad Saleh (Waiburak) dan Yandris Toland (Narasaosina), menyatakan komitmen mereka untuk meredam amarah warga di tingkat akar rumput.

Baca Juga: Memutus Rantai Iblis, LAN Siak Siap Perang Lawan Narkoba di Jantung Pendidikan Tualang!

"Kita semua punya niat baik. Hal-hal yang tidak baik harus kita tinggalkan. Konflik ini harus berhenti sekarang juga!" pungkas Ignasius dengan nada final.

Pertemuan ini diakhiri dengan instruksi kepada para tokoh adat dan orang tua kampung untuk segera melakukan rekonsiliasi. Kini, bola perdamaian ada di tangan masyarakat. Adonara sedang menanti, apakah sejarah akan mencatat perdamaian abadi atau kembali tenggelam dalam tangisan duka.(FKD)

Tags

Terkini