berita-peristiwa

Pengabdian Masyarakat, FK UWKS Gelar Edukasi Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Cacing Kremi pada Anak di Putat Jaya

Selasa, 2 September 2025 | 20:26 WIB

“Obat ini bekerja membunuh cacing, tetapi tidak mematikan telurnya. Oleh karena itu, pengobatan harus diulang sesuai petunjuk dokter. Selain obat, kebersihan pribadi dan lingkungan adalah faktor kunci untuk mencegah infeksi ulang,” jelas Lusiani

Kaitannya dengan Program Nasional

Kegiatan PKM FK UWKS ini juga selaras dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan. Salah satu strategi pemerintah adalah melalui Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Cacingan, yang diberikan dua kali setahun pada bulan Februari dan September.

Program ini menyasar anak usia prasekolah hingga sekolah dasar.

- Anak usia 1–2 tahun: ½ tablet Albendazol (200 mg)

- Anak usia 2–12 tahun: 1 tablet Albendazol (400 mg)

“Pemberian obat cacing massal ini merupakan langkah preventif nasional. FK UWKS ingin masyarakat memahami bahwa program ini sangat penting untuk mencegah anak-anak kita kehilangan potensi akibat kecacingan,” terang Lusiani.

Antusiasme Warga dan Harapan UWKS

Acara penyuluhan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Para ibu PKK sangat aktif bertanya, mulai dari cara mengenali gejala, dosis obat, hingga praktik menjaga kebersihan anak di rumah.

Salah satu peserta menyampaikan apresiasinya:

“Saya jadi lebih tahu kalau cacingan bukan hal sepele. Ternyata kalau satu anak kena, bisa menular ke seluruh keluarga. Penyuluhan seperti ini sangat membantu kami.”

FK UWKS berharap kegiatan PKM semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Surabaya.

“Kami ingin terus hadir di masyarakat. Tidak hanya memberikan edukasi tentang cacing kremi, tetapi juga berbagai isu kesehatan lain yang relevan dengan kebutuhan warga,” pungkas dr. Kartika.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran UWKS kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan edukasi yang tepat, diharapkan angka kecacingan pada anak-anak di Surabaya dapat ditekan, sehingga generasi muda tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif. ***

Halaman:

Tags

Terkini