Surabaya NAWACITAPOST - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil tindakan tegas dengan melaporkan pelaku perusakan pagar di Pantai Batu-batu Kenjeran ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, sebagai penanggung jawab pagar tersebut, melakukan pelaporan dengan didampingi oleh Satpol PP Surabaya yang memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi lapangan.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan respons terhadap ulah oknum pedagang PKL Pantai Batu-batu Kenjeran yang merusak pagar.
Baca Juga: Siapa Bilang Program Permakanan di Surabaya dihapus?
Kejadian sebelumnya, pada Minggu (17/12/2023), pelaku juga telah membuang sampah di jalanan hingga menutup akses jalan.
Tindakan vandalisme tersebut kembali terulang pada Minggu (24/12/2023), termasuk merusak pagar dan melempari petugas Satpol PP dengan batu.
"Kami melaporkan terhadap perusakan barang milik daerah, yaitu pagar tersebut. Keberlanjutan pelaporan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya," tegas M. Fikser.
Baca Juga: Integritas dan Etos Kerja, Kunci Sukses Pemkot Surabaya Raih ARM 2023
Fikser menegaskan bahwa Satpol PP selalu berusaha bertindak humanis dalam setiap penertiban.
Dia mengakui bahwa kehadiran Satpol PP bukanlah sebagai musuh PKL atau warga, melainkan untuk menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Penertiban yang dilakukan Satpol PP didasarkan pada pembahasan bersama dengan warga setempat dan PKL. Sebanyak 70 PKL di Pantai Batu-batu Kenjeran telah difasilitasi oleh Pemkot Surabaya untuk berjualan di Sentra Ikan Bulak (SIB).
Baca Juga: Anak Muda Jangan Anti Sejarah, Berikut 5 Rekomendasi Museum Instagramable di Surabaya
Pemkot memberikan rombong, kursi, meja, dan fasilitas lainnya untuk mendukung keberlanjutan usaha PKL di lokasi yang lebih teratur.
"Kami berupaya menertibkan PKL agar mematuhi aturan yang telah disepakati bersama. Penertiban ini dilakukan sesuai permintaan dan masukan dari para pedagang," jelasnya.