Bekasi, Nawa Cita Post.com- Normalisasi irigasi yang sedang di kerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPUPR) diapresiasi oleh para petani di dua kecamatan yang berada di kabupaten Bekasi.
Diharapkan proses normalisasi bisa membantu meningkatkan kualitas hasil panen para petani di dua kecamatan khususnya kecamatan Pebayuran dan kecamatan Kedungwaringin.
Sebelumnya sedimentasi irigasi yang mengairi lahan pertanian di dua kecamatan tersebut sangat mengkhwatirkan , dimana lebar irigasi menjadi mengecil dan lumpur hasil endapan di tumbuhi banyak gulma dan eceng gondok.
Alhasil, jika musim penghujan irigasi jenis sekunder ini meluap dan mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian di dua kecamatan ini terendam air banjir.
Tokoh tani kabupaten Bekasi, Sardi mengatakan bahwa perbaikan harus berorientasi hulu ke hilir jangan separuh sehingga pekerjaan tidak tuntas dan sehinhga tidak mempunyai fungsi yang menyeluruh terhadap sistem irigasi di kabupaten Bekasi.
Beliau menambahkan, perbaikan bukan hanya irigasi sekunder akan tetapi yang tersier pun harus di perbaiki dan di rawat.
"Harus dari hulu ke hilir dan menyeluruh agar semua petani bisa mendapatkan pengairan yang baik dan hasil pertanian nya dan yang terpenting pengawasan pada proses pengerjaan, petani berhak mengawasinya," kata Sardi ( 09/8/2024).
Sementara itu ketika ditemui Anggota Badan Anggaran dan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari F -PKS Uryan Riyana mengatakan bahwa Fraksinya selalu meminta penganggatan untuk masalah yang terkait perbaikan sarana dan prasarana pertanian demi meningkatkan penghasilan pata petani pada musim panen .
" Kami teriak agar Irigasi perlu ada penganggatan Alhamdullilah pengerukan terealisasi sehingga bukan hanya mencegah pelupan air dimusim hujan diharapkan pengamgkatan lumpur mrnggunakan alat berat pada Irigasi di Pebayuran dan Kedungwaringin bisa memperbaiki sistem pengairan hrktarsn sawah ," katanya.