NAWACITAPOST.COM - Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melaksanakan edukasi tentang pencegahan nyeri neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 5 Juli 2024, dan dihadiri puluhan peserta dari warga sekitaran RS Bhayangkara Pusdik Brimob.
Ketua tim, dr. I Made Subhawa Harsa, M.Si., AIFO-K.,A.P.Kom.,CH.,CHt bersama anggota dr. Andiani, M.Kes., FISPH.,FISCM, dr. Harsono Wiradinata, Sp.KJ.,MBA, dr. Andra Agnez Al Aska, M.Biomed dan Ni Putu Chintya Eka Shanty, menyampaikan materi edukasi secara langsung dalam bentuk presentasi.
"Indek glikemik yang tinggi pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang berobat di RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek diketahui menjadi faktor utama penyebab munculnya komplikasi Nyeri Neuropati Diabetik (NND)," terang dr. I Made Subhawa Harsa, M.Si.,AIFO-K.,A.P.Kom.,CH.,CHt yang sekaligus sebagai Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran UWKS ini.
"NND sulit di obati dan sangat mengganggu kualitas hidup pasien sehari-hari," katanya, ditemui di kesempatan berbeda, Selasa (9/7/2024).
Tujuan Pengmas kata dr. Made, adalah untuk memberikan edukasi upaya mencegah kejadian nyeri neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan indek glikemik yang tinggi di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.
Baca Juga: Pengmas UWKS di Gunung Anyar: Fokus pada Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting dan Maloklusi
Metode Pengmas yang digunakan dilakukan dalam 3 tahapan; perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tidak lanjut.
Hasil Pengmas ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait upaya mencegah kejadian nyeri neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan indek glikemik yang tinggi di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.
Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, ada peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 0.91 (91%). Ini menunjukkan bahwa masyarakat telah memahami pentingnya pengendalian indeks glikemik untuk mencegah nyeri neuropati diabetik.
Baca Juga: KKN A2 UWKS: Edukasi Budidaya Kambing dan Pentingnya Olahraga di Gunung Anyar
Keberhasilan edukasi ini menunjukkan pentingnya program berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan diabetes mellitus tipe 2 dan komplikasinya.
Artikel Terkait
KKN Pengabdian kepada Masyarakat, Mahasiswa UWKS Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Diabetes Melitus di Sambikerep
Gelar wisuda bagi 484 lulusan, Berikut berbagai Prestasi kampus berbudaya UWKS
Kucurkan Beasiswa ke-41 Mahasiswa Berprestasi, UWKS Tempatkan Pendidikan dan Prestasi Non-Akademik di Posisi Terdepan
KKN A2 UWKS: Edukasi Budidaya Kambing dan Pentingnya Olahraga di Gunung Anyar
Pengmas UWKS di Gunung Anyar: Fokus pada Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting dan Maloklusi
Mengolah Nira Siwalan Menjadi Nata de Siwalan: Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Hendrosari Bersama Tim PKM-PM UWKS