Jumat, 5 Juni 2026

Pengmas Dosen dan Mahasiswa UWKS di Watukosek: Edukasi Efektif Cegah Nyeri Neuropati pada Pasien Diabetes

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 9 Juli 2024 | 16:37 WIB

NAWACITAPOST.COM - Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melaksanakan edukasi tentang pencegahan nyeri neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 5 Juli 2024, dan dihadiri puluhan peserta dari warga sekitaran RS Bhayangkara Pusdik Brimob.

Ketua tim, dr. I Made Subhawa Harsa, M.Si., AIFO-K.,A.P.Kom.,CH.,CHt bersama anggota dr. Andiani, M.Kes., FISPH.,FISCM, dr. Harsono Wiradinata, Sp.KJ.,MBA, dr. Andra Agnez Al Aska, M.Biomed dan Ni Putu Chintya Eka Shanty, menyampaikan materi edukasi secara langsung dalam bentuk presentasi.

Baca Juga: Mengolah Nira Siwalan Menjadi Nata de Siwalan: Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Hendrosari Bersama Tim PKM-PM UWKS

"Indek glikemik yang tinggi pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang berobat di RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek diketahui menjadi faktor utama penyebab munculnya komplikasi Nyeri Neuropati Diabetik (NND)," terang dr. I Made Subhawa Harsa, M.Si.,AIFO-K.,A.P.Kom.,CH.,CHt yang sekaligus sebagai Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran UWKS ini.

"NND sulit di obati dan sangat mengganggu kualitas hidup pasien sehari-hari," katanya, ditemui di kesempatan berbeda, Selasa (9/7/2024).

Tujuan Pengmas kata dr. Made, adalah untuk memberikan edukasi upaya mencegah kejadian nyeri neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan indek glikemik yang tinggi di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.

Baca Juga: Pengmas UWKS di Gunung Anyar: Fokus pada Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting dan Maloklusi

Metode Pengmas yang digunakan dilakukan dalam 3 tahapan; perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tidak lanjut.

Hasil Pengmas ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait upaya mencegah kejadian nyeri neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan indek glikemik yang tinggi di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.

Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, ada peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 0.91 (91%). Ini menunjukkan bahwa masyarakat telah memahami pentingnya pengendalian indeks glikemik untuk mencegah nyeri neuropati diabetik.

Baca Juga: KKN A2 UWKS: Edukasi Budidaya Kambing dan Pentingnya Olahraga di Gunung Anyar

Keberhasilan edukasi ini menunjukkan pentingnya program berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan diabetes mellitus tipe 2 dan komplikasinya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini