Banyaknya kendaraan bermotor akan menghasilkan asap yang berdampak pada lingkungan khususnya kesehatan masyarakat sekitar, karena dapat mengkontaminasi udara yang awalnya sehat menjadi tercemar. Banyaknya kendaraan juga menyebabkan kemacetan pada daerah tersebut.
Dampak pencemaran udara begitu berbahaya pada manusia, hewan, dan lingkungan, dan pastinya berpengaruh pada kesehatan serta kenyamanan saat kita beraktivitas di lingkungan terbuka. Karena susunan partikel dari udara yang sudah tercampur dengan zat,komponen asing lainnya, sehingga menyebabkan udara itu tidak menjadi sehat lagi.
Apabila kualitas udara menurun pada tahap tertentu hingga sudah tidak bisa lagi berperan sesuai dengan fungsinya akan mendatangkan berbagai penyakit yang akan menyerang pernapasan dan lainnya.
Salah satu penyakit yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah ISPA.ISPA adalah penyakit Infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura.
Baca Juga: UPN Mengabdi: Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Jatim Gencarkan Edukasi Hidup Sehat
Penyakit ISPA yang disebabkan karena polusi udara dan cuaca yang tidak menentu ISPA adalah penyakit Infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura.
Penyakit ISPA yang disebabkan karena polusi udara dan cuaca yang tidak menentu. Hal ini sesuai dengan pernyataan Luiz Gustavo Gardinassi dkk, menyatakan bahwa suhu dan kelembaban udara berkorelasi positif dengan virus penyakit pernapasan. Narasumber pertama kita memiliki kebiasaan tidak memakai masker dan sering berada di lingkungan pengguna rokok.
Dia mengatakan bahwa dia terkena ISPA dengan gejala awal sakit tenggorokan dan demam. kemudian adanya keluhan tambahan berupa flu dan batuk. Ia mengatakan bahwa batuk yang dideritanya ada batuk berdahak dan sesak saat batuk. Hal ini juga dibenarkan oleh narasumber kedua kita yang memiliki gejala yang sama dengan adanya gejala tambahan berupa lemas.
Namun, setelah sembuh dari ISPA narasumber kedua ini mengatakan bahwa dirinya sekarang sudah rutin memakai masker. Ada juga teman narasumber kedua yang mengatakan bahwa ia memiliki rutinitas yang sama karena hampir selalu bersama. Namun, dia tidak terkena ISPA. Ia mengatakan bahwa selama ini ia menggunakan masker. Ini merupakan salah satu pendukung bahwa masker memiliki peranan penting dalam pencegahan ISPA
Partikel- partikel kecil yang terkandung pada udara kotor sangatlah berbahaya bagi tubuh kita. Salah satu pengendalian yang bisa kita lakukan adalah menggunakan masker saat di luar maupun berkendara.
Dengan kita menggunakan masker setidaknya sudah melakukan pencegahan untuk diri sendiri dari kuman dan paparan yang lainnya. Karena menggunakan masker juga bisa mengurangi kita dari terkena debu, sehingga mengurangi batuk-batuk hingga sesak. Begitupun dengan saat kita berada di luar, wajah kita akan sedikit terlindungi dengan menggunakan masker tersebut.
Karena pentingnya APD sebagai pelindung untuk diri sendiri. Upaya pencegahan dini:
- Menggunakan masker: Penggunaan masker saat berada di luar rumah dan menghindari area merokok dapat membantu mencegah ISPA
- Minimalisir sentuhan wajah: Meminimalisir sentuhan tangan pada wajah, terutama bila detikers sebelumnya menyentuh objek lain, dapat membantu mencegah penularan kuman ke hidung atau mulut
- Pola hidup sehat: Menjaga pola hidup sehat, seperti berolahraga, konsumsi makanan gizi seimbang, istirahat yang cukup, dan konsumsi vitamin, dapat membantu mencegah ISPA
- Konsumsi makanan sehat: Minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan harian dan konsumsi makanan yang sehat dapat membantu mengurangi risiko terkena ISPA
- Cegah penularan: Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, dan cegah penularan virus dengan menghindari menyentuh wajah
- Istirahat: Beristirahat dan meningkatkan konsumsi air putih dapat membantu mengencerkan dahak dan membantu meredakan gejala batuk
- Minum susu: Konsumsi susu dapat membantu mencegah ISPA pada anak
- Terapi uap: Menggunakan terapi uap di rumah, seperti menghirup uap dari semangkuk air panas, dapat membantu meredakan hidung tersumbat
- Konsumsi obat: Jika diperlukan, konsumsi obat yang disyaratkan oleh dokter dapat membantu mengatasi ISPA
Dalam situasi di mana polusi udara semakin memprihatinkan, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, sangat penting bagi kita untuk menyadari efek negatifnya terhadap kesehatan kita. Polusi udara meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti ISPA.
Penggunaan masker saat berada di luar rumah, terutama saat berkendara, sangat penting untuk mengurangi risiko terkena penyakit tersebut. Masker dapat membantu melindungi kita dari partikel berbahaya di udara kotor. Langkah preventif penting lainnya adalah menghindari kontak langsung dengan wajah, makan makanan yang sehat, dan menjaga pola hidup sehat.
Artikel Terkait
UPN Mengabdi: Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Jatim Gencarkan Edukasi Hidup Sehat
'UPN Mengabdi', Pengmas Dosen FK UPN Veteran Jatim Fokus Deteksi Dini Anemia
Dampak Program Food Estate bagi Sektor Pertanian dan Lingkungan terhadap terhadap ketahanan pangan dan Perubahan Iklim di Indonesia
Dampak Pencemaran Lingkungan oleh Sampah APK Terhadap Penerapan SDGs Nomor 15: Menjaga Ekosistem Darat Mencegah Bencana Akibat Ulah Manusia
Dampak Pembuangan Limbah Industri : Ancaman Konsumsi Makanan Laut terhadap Kesehatan Manusia Melalui Pemahaman SDGs 14 Untuk Menjaga Ekosistem Laut