BEKASI, NawacitaPost.com - Seyogianya tahun baru semua serba baru. Tak hanya semangat tapi juga hp baru. Meski ada kawan yang mengirimkan hp lungsuran (second). Namun bagaimana pun, tetap patut disyukuri, karena semua itu merupakan rizki atau anugrah Tuhan.
Artinya, tak semua mesti dan harus baru. Terutama cewek atau suami, tetap ideal bagus yang lama juga. Jadi, meski tahun baru tidak mesti semua harus baru. Setidaknya hp lungsuran itu bisa meredakan sedikit teror yang menghajar hp tunggal yang sudah ngadat-ngadatan.
Orang-orang di kota besar biasanya bisa melampiaskan ungkapan hati saat menyambut detik-detik pergantian tahun dengan membakar ikan, panggang kelinci, singkong bakar, jagung bakar, kembang api ke udara yang meluncur ke udara, seakan-akan dengan begitu semua kesialan bisa dibuang ke langit, agar terbang menjauh dari diri agar tidak lagi mendatangkan sial.
Padahal, tahun baru itu semacam halte penerus untuk menuju ke halte berikutnya. Masalahnya semua orang perlu sejenak berdoa, agar setidaknya bisa sampai ke halte berikutnya dengan waras, selamat dan semakin gemah ripah rizkinya, minimal tak semakin kere, meski negara dalam kesulitan dan krisis dengan harga kebutuhan yang semakin mencekik, tak bahan pangan, tapi juga bahan bakar mesin kendaraan untuk rakyat.
Jadi tahun baru itu seperti memasuki babak baru, meski semua yang kita bawa dominan hal-hal yang lama juga. Artinya, semangat, gairah serta hasrat untuk lebih maju, lebih sumeleh, lebih sabar, lebih ugahari, bahkan lebih cantik atau ganteng buat kaum lelaki yang tetap teguh dengan kesetiaan hatinya bagi kekasih hatinya.
Bekasi, 31 Desember 2022
Jacob Ereste.