artikel

Tradisi Mohibadaa, Tradisi Perempuan Gorontalo Saat Ramadhan

Kamis, 14 April 2022 | 14:16 WIB
nawacitapost.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COMSaat bulan Ramadhan tentunya banyak tradisi yang ada di Indonesia dan beranekaragam. Provinsi Gorontalo merupakan salah satu daerah yang kental tradisi dan budaya. Bentuk adanya tradisi tersebut contohnya Mohibadaa. Tradisi turun menurun ini dilestarikan oleh para perempuan di Gorontalo khusunya menjelang bulan Ramadhan.

-
nawacitapost.com

Melansir Kompas.com, Mohibadaa adalah tradisi menggunakan lulur wajah atau masker yang dilakukan oleh perempuan Gorontalo. Masker yang digunakan pada tradisi ini yaitu terbuat dari bahan-bahan alami. Campuran aneka rempah-rempah yang dibunakan dalam tradisi penggunaan masker wajah ini seperti humopoto (kencur), bungale (bangle), dan alawahu (kunyit) serta untuk mendapatkan khasiat maksimal disarankan untuk menggunakan campuran tebung beras ketan agar hasil adonan masker lebih halus.

Mohibadaa dilakukan untuk menjaga kondisi kulit karena biasanya saat puasa kulit terasa kering ditambah dengan cuaca yang panas. Adanya tradisi ini juga dapat membuat kulit terasa lembab, segar, dan sehat berseri yang dihasilkan dari manfaat rempah dan tepung beras yang terkandung dalam campuran masker yang digunakan.

Selain bulan Ramadhan tradisi ini juga menjadi ritual pada pernikahan adat Gorontalo. Tradisi Mohibada pada acara pernikahan adat dilakukan pada rangkaian mandi sauna atau molungudu. Molungudu adalah mandi atau pembersihan diri secara tradisional yang diperuntukan untuk wanita menjelang acara pernikahan.

Sementara itu, pada kegiatan lanjutan dengan siraman atau momohuto. Calon pengantin perempuan dapat didampingi oleh perempuan yang hanya kerabat terdekat saja.

Tags

Terkini