NAWACITAPOST.COM – Pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pemerintah. Pesan itulah yang ditekankan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, kepada warga Kelurahan Arenjaya saat menggelar Reses II Tahun 2026 di Perumnas 3, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (7/7/2026). Dalam dialog tersebut, Evi mengajak masyarakat membangun budaya memilah sampah dari rumah sebagai langkah awal mendukung pengoperasian Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) yang tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Bekasi.
PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Kota Bekasi
Dalam pemaparannya, Evi menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi saat ini tengah mempersiapkan pembangunan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) sebagai salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu fokus pemerintah pada periode 2026 hingga 2027 dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2028.
Baca Juga: Konspirasi Kripto: Deflorio Arya Nizam Diduga Jadi ‘Kambing Hitam’ Skandal Rp300 Miliar Indodax!
“Pemkot Bekasi sedang menyiapkan sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui PSEL. Harapannya, fasilitas tersebut dapat menjadi solusi dalam mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Produksi Sampah Capai 1.800 Ton per Hari
Evi mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikannya kepada peserta reses, volume sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Bekasi mencapai sekitar 1.800 ton per hari.
Sementara itu, kapasitas pengolahan yang tersedia saat ini baru mampu menangani sekitar 1.400 ton per hari, sehingga masih terdapat sekitar 400 ton sampah yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah.
Pilah Sampah Dimulai dari Rumah
Evi menilai kebiasaan memilah sampah dari sumbernya menjadi langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap keberhasilan pengelolaan sampah di Kota Bekasi.
Ia mengajak para ibu rumah tangga dan seluruh warga untuk membiasakan pemilahan antara sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.
Baca Juga: Demi Lindungi Konsumen, DPRD Kota Bekasi Gedor Raperda Produk Halal: Masyarakat Berhak Tahu!
“Kalau pemilahan dilakukan sejak dari rumah, volume sampah yang harus diolah akan jauh berkurang. Ini menjadi gerakan bersama yang harus kita bangun mulai dari lingkungan terkecil,” katanya.
RW Didorong Kembangkan Bank Sampah
Selain mengajak masyarakat memilah sampah, Evi juga mendorong setiap RW memanfaatkan anggaran lingkungan yang tersedia untuk memperkuat sarana pengelolaan sampah, seperti penyediaan tempat sampah maupun pengembangan bank sampah.