politik

Diki Batee : Target Forum Satu Tekad Sulit Diwujudkan

Jumat, 11 Agustus 2023 | 17:02 WIB
Diki Batee. Foto Ist.

NAWACITApost.com – Kedekatan dan mungkin kerap berinteraksi antara anggota DPRD Kabupaten dan Kota di Kepulauan Nias (Kepni). Membuat Masyarakat Kepni lebih mengenal dan mempercayai apa yang dikatakan anggota DPRD daerah Kepni.

Bagi Masyarakat Kepni itu  (anggota DPRD di daerah Kepni) sudah bisa membawa perubahan yang signifikan.

Sehingga, ketika ada ide dan gagasan dari salah satu tokoh Kepni Faigiziduhu Ndruru membentuk Forum Satu Tekad minimal 3 Ono Niha dari Dapil Sumut II ada di DPR RI. Selain ada  yang mendukung, juga ada yang pesimis terhadap forum ini.

Seperti disuarakan Diki Batee mahasiswa asal Kepni, yang kuliah di salah satu Kampus di Sumatera, menyatakan masyarakat Kepni pesimis, bila forum ini benar-benar menyuarakan kepentingan untuk membangun Kepni. Walaupun nanti Calegnya (Dapil Sumut II) dari oleh dan untuk Kepni, ketika dihubungi media Nawacitapost.com, Jumat sore (11/8/2023).

“Ya, pileg 2009 dan 2014, kalau tidak salah ada satu atau dua Ono Niha masuk DPR RI. Perannya mungkin ada, hanya berkunjung ke Dapil Sumut II, khususnya Kepni, berdiskusi dan selesai, tanpa menyentuh hal dasar membangun SDM dan Infrastruktur di Kepni, katanya.

“Jadi kritik dan masukan kepada penggagas Forum Satu Tekad untuk menuju minimal 3 Ono Niha Dapil Sumut II ke DPR RI 2024. Pada prinsipnya ini bagus. Menjadi hal yang baru, menjadi wacana yang menarik, tapi tidak mudah untuk dikerjakan. Karena masyarakat di Kepni, terutama masih jauh dari pemahaman untuk mandiri dalam memberi pilihan. Yang terjadi, kebanyakan dari masyarakat Kepulauan Nias lebih tertarik mengetahui  anggota DPRD kota atau Kabupaten. Ssementara DPRD Provinsi dan DPR RI atau pusat, kadang mereka tidak menggunakan hak untuk memilih alias di kosongkan tidak dipilih,” jelasnya.

-


Karena mereka (Masyarakat Kepni) selain tidak kenal juga terlalu susah untuk mencari-cari nama anggota DPR RI. Sehingga mereka kedekatannya lebih tertarik dengan anggota DPRD Kabupaten  (Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara) serta Kota Gunungsitoli.  Hal itu terjadi. Karena masyarakat Kepni terlibat dalam pertarungan yang sangat ketat. Maka masyarakat hanya fokus pada calon anggota DPRD Kabupaten dan Kota dalam tanda petik memang itu ada satu pilihan. Inilah kesepakatan-kesepakatan dengan menggunakan pemilihan. Karena satu suara pun itu sangat menentukan untuk terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten dan Kota, terangnya.

Nah, persoalannya sekarang, bagaimana supaya forum ini bisa mengontrol alur atau lalu lintas dalam grup WhatsApp untuk menyepakati 3 Ono Niha Dapil Sumut II dari partai apapun bisa melenggang ke Parlemen Senayan, jelasnya.

Ternyata, untuk mengatur dan menyepakati memang tidak mudah. Karena berbagai kepentingan dan mungkin titipan akan turut serta di forum ini. Belum lagi, forum ini harus mampu melakukan sosialisasi sampai TPS - TPS atau sampai ke Desa- desa, tandasnya.

Tujuannya, supaya mereka tidak melirik nama-nama siapapun yang ada di kertas di DPR RI, tapi fokus pada nama yang ada di situ, dan nama itu adalah nama Ono Niha yang nanti akan direkomendasi oleh forum satu tekad, tegasnya.

Kalau itu dibutuhkan. Perlu suatu energi dan satu pergerakan untuk sampai ke Desa-desa. Namun,  masalahnya Apakah perlu Forum Satu Tekad yang menurunkan hanya dalam bentuk WhatsApp mampu melakukan dan dari mana biayanya. Lalu, bagaimana pergerakan itu bisa berjalan secara struktur apa.

Sementara kata Faigiziduhu Ndruru, menegaskan bahwa forum ini, bukan ormas dan tidak ada struktur. Melainkan, hanya forum diskusi. Menurut Diki Bate, ini tidak mudah dan perlu satu langkah nyata untuk bergerak. Yaitu, upaya yang dilakukan di medsos. Sebaiknya diwujudnyatakan dalam tatap muka dan sosialisasi kepada Masyarakat Kepni. Bila, ini hanya sekeadar chat tanpa ada upaya nyata di luar medsos, tidak efektif, pungkasnya.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB