Jakarta, NAWACITAPOST.com - Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) yakinkan partainya bebas dari mantan koruptor untuk para calon wakil rakyatnya.
Hal ini dikatakan oleh juru bicar DPP PSI Irma Hutabarat pada acara Open House DPP PSI dengan tema membedah kasus korupsi BTS dan perampasan asset di gedung DPP PSI jalan Wahid Hasyim Jakarta, Sabtu ( 22/07/2023).
Irma mengatakan bahwa korupsi adalah akar dari semua masalah bangsa, negara tidak akan maju jika masih banyak koruptor di Indonesia apalagi di wadah wakil rakyat seperti DPR.
Negara lain sedikit bahkan tidak ada KKNnya dan negara tersebut akan cenderung maju dan pesat baik dari segi sosial apalagi ekonomonya.
Kalau ingin maju yang stop korupsi, kita tidak akan maju menjadi negara besar jika pejabat apalagi wakil rakyatnya masih korupsi", kata Irma.
Ditanya mengenai apakah PSI siap menampung caleg yang terindikasi korupsi Irma dengan tegas menolaknya, beliau mengatakan bahwa tidak ada celah buat mantan koruptor di PSI.
Kami ( PSI-red) akan tetap menjadi partai yang kritis dan anti korupsi, negara sudah puluhan tahun dikuasai koruptor makanya majunya lambat, PSI akan menolak tegas mantan koruptor Nyaleg dipartai ini," tegas Irma.
Disinggung mengenai rencana PSI yang aklan menggratiskan biaya BPJS jika partainya menamg Irma berkomentar bahwa ini adalah komitmenya untuk membantu masuarakat tidak mampu untuk mendapatkan hak dari negara tanpa pengecualian.
Beliau menambhaknan bahwa selama ini masyarakat bisa berobat ke rumah sakit untuk penyakit tertentu sisi lain ada penyakit yang tidak bisa tercover dan ini menurutnya tidak tepat dan diskriminasi penanganan.
Belum.lag, i dia mengatakan proses mendapat rujukan uang sangat memperlambat dan bahkan kadang mempersulit pasien.
" Kita dukung program pak Jokowi tapi masalah BPJS memang perlu ada perbaikan dan ini semata - mata untuk kepentingan rakyat," lanjutnya. ( pen)