NAWACITApost.com – Partai Nasdem, PKS dan Demokrat telah membentuk koalisi perubahan, dan ketiga partai itu sepakat mengusung Anies Capres.
Seharunya beberapa bulan lalu, Cawapres koalisi ini diumumkan. Karena ngotot dan adanya tarik menarik antara PKS dan Demokrat, maka batal deklarasi pasangan Pilpres 2024 ini.
Agar tak menimbulkan berlarut-larut soal cawaperes. Ketum Partai Nasdem Surya Paloh (SP) yang berkantor pusat di Gondangdia, Jakarta, punya langkah cerdik berpolitik. Katanya, soal cawapres di koalisi perubahan, biarlah Anies yang memilih dan mengumumkannya, jelasnya.
Mendengar pernyataan dari politisi gaek dan senior. Ketum Partai Demokrat AHY percaya saja dan mengambil langkah-langkah pendekatan ke Anies.Salah satu pendekatan yang dilakukannya rela menjemput Anies di Bandara Soekarno Hatta.
Rabu dinihari 12 Juli 2023, AHY ditemani Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harysa dan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra tiba di bandar udara Soetta ini.
Pertemuan keduanya terjadi. Anies dan AHY bercipika - cipiki. Namun, terlepas dari adanya pertemuan tersebut, seharusnya AHY sadar, Anies adalah pion atau alat dari SP. Mungkin betul yang memilih dan mengucapkan Cawapresnya Anies, tapi yang menyodorkan nama Cawapres dari Gondangdia