politik

Sapi Kurban Milik Dewi Perssik Jadi Korban ‘Politik Identitas’

Kamis, 29 Juni 2023 | 16:23 WIB
Dewi Perssik

Jakarta, NAWACITAPOST.com –Bila dikaitkan dengan Pemilu serentak 2024, aroma berlabel identitas, nampaknya mulai terjadi. Padahal  Pilpres masih 7 bulan lebih lagi (tepatnya Rabu 14 Februari 2024).

Baca Juga : Artis Ini Rela Operasi Keperawanan


Berawal dari penyanyi dangdut Dewi Perssik yang berkurban sapi di tempat tinggalnya, kawasan Lebak Bulus. Sang artis meminta bantuan relawan Sahabat Ganjar untuk prosesei penyembelihan.

"Aku minta tolong ke ustaz di dekat rumah untuk menitip sapi untuk kurban. Tapi, ART dan sekuritiku malah dibentak oleh Bapak RT 04 di sekitar rumah ku ini. Katanya, lingkungan sini tidak butuh dan tidak kekurangan daging," kata Dewi Perssik melalui Live Instagram-nya.

Dewi Perssik juga menceritakan niat awalnya hanya menitipkan dan meminta data warga sekitar yang ingin dibagikan daging kurban. Meskipun disembelih di tempat lain, Dewi Perssik mengaku sudah meminta daftar nama warga untuk dibagikan daging kurban darinya.

Namun, menurut Dewi Perssik, tiba-tiba datang Ketua RT setempat dan langsung menolak kurban darinya. Dia juga menyebut Ketua RT meminta uang Rp 100 juta jika dirinya ingin sapi kurbannya diurus dan tetap berkurban di wilayahnya.

Humas DPP Sahabat Ganjar Indah Cahyanai Putri kepada  media, Kamis (29/6/2023) mengatakan. "Mbak Dewi Perssik memang menitipkan hewan kurbannya kepada Sahabat Ganjar untuk proses penyembelihan dan pemotongannya hingga siap dibagikan dan disalurkan kepada yang berhak menerimanya."

Namun, Indah mengaku tidak mengetahui polemik penolakan sapi kurban Dewi Perssik oleh seorang Ketua RT.

Terlepas dari ditolak sapi kurban milik Dewi Perssik, semoga ini bukan bagian dari kampanye terselubung menjelang Pilpres 2024.

Karena diduga Ketua RT itu dan Dewi Perssik, kabarnya berbeda pilihan capres. Dewi Perssik kalau sapi kurban miliknya dititipkan di Sahabat Ganjar, maka bisa ditebak penyanyi dangdut itu pendukung capres Ganjar Pranowo, sementara ketua RT bukan pendukung capres Ganjar.

Jika ini terus dibiarkan dan tidak ditangani secara komprehensif, maka label-label identitas akan masuk dalam ruang-ruang ibadah diberbagai agama. Terjadi pelarangan atau penolakan dan kubu-kubuan akan mengetal, bukan menjelang, saat, tetapi usai pemilu serentak akan terjadi.

 

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB