Jakarta, NAWACITAPOST.com – PDI Perjuangan satu-satunya partai yang bisa mengusung capres dan cawapres di Pilpres 2024. Namun, sampai saat ini yang diumumkan ke publik hanya capres, yakni nama Ganjar Pranowo.
Baca Juga : Diprediksi Sosok Perempuan Cawapresnya Anies Baswedan
Pertanyaannya, kenapa tidak diumumkan saja pendamping Ganjar, bersamaan dengan Gubernur Jateng itu menjadi Capres?
Ada sejumlah alasan yang mendasar. Salah satu alasan, dengan sematan partai gotong royong, partai besutan Megawati ini, ingin pemimpin Indonesia digodok bersama partai lainnya, tentu diluar partai yang sudah mengusung capresnya.
Baca Juga : Diminati Prabowo, Airlangga Punya Logistik dan Parlemen di Senayan
Melihat perjalanan pencapresan Ganjar, sudah ada tiga partai merapat ke PDIP ; PPP, Perindo, dan PAN. Namun PAN punya syarat ke PDIP, Erick Thohir cawapresnya Ganjar.
Namun opsi lain pendamping Ganjar muncul, mengikuti jejak Jokowi. Yang mana, di periode kedua ini, Jokowi berpasangan dengan Wapres KH Maruf Amin (mantan Ketum MUI), dan saat menjadi Wapres ke 13 usianya sudah 76 tahun.
Adalah K.H. Ahmad Mustofa Bisri yang kemungkinan bakal diduetkan dengan Ganjar. Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (2014 – 2015) ini usian 80 tahun.
Paman Menteri Agama Gus Yaqut ini, teman baiknya Gus Dur, maka boleh dikatakan tepat untuk menjadi pendamping Ganjar. Kelebihan pasangan Ganjar dari ulama ini, akan menyedot suara bagi Ganjar plus Partai Banteng Moncong Putih. Dan, tak kalah pentingnya, tokoh ulama NU ini bakal memberangus paham dan isu-isu antitoleran dan radikalisme tak bisa berkambang biak.
Lebih dari itu, politik identitas yang akan dibangun oleh lawan Ganjar, hanya bergerak diam, karena sudah ada tokoh ulama pendamping Ganjar.